Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

Peringatan Prabowo: Antara Potensi Besar AI dan Nuklir serta Mandat Kampus sebagai Motor Inovasi

Moh Wasil Haqqullah29 Juni 202615.00 WIB
Peringatan Prabowo: Antara Potensi Besar AI dan Nuklir serta Mandat Kampus sebagai Motor Inovasi

SUARBERITA.COM - Presiden Prabowo Subianto menekankan dua sisi mata uang perkembangan teknologi nuklir dan kecerdasan buatan (AI). Di balik potensi kemajuan, ia memperingatkan risiko yang menyertainya serta menuntut perguruan tinggi untuk menjadi pusat inovasi yang bertanggung jawab.

Dalam acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan kritisnya mengenai laju pesat teknologi yang tengah mengubah wajah dunia.

Presiden Prabowo menyoroti bahwa inovasi teknologi seperti nuklir dan AI tidak selalu menjamin dampak positif bagi manusia. Terkait nuklir, beliau mengakui manfaat besarnya dalam menyediakan energi murah, bersih, serta kontribusi di sektor medis dan pertanian. Namun, ia mengingatkan sisi destruktif yang mampu mengancam peradaban.

"Teknologi juga belum tentu selalu positif bagi manusia. Sekarang kita lihat nuklir, di satu pihak luar biasa bisa membantu manusia," ungkap Presiden. Dikutip dari Garuda TV, Minggu (28/6/2026).

Selain nuklir, Presiden juga menyoroti fenomena perlombaan pengembangan AI global. Ia menyinggung peringatan dari para penemu AI sendiri mengenai potensi bahaya yang mengintai masa depan. Presiden memaparkan fakta mencengangkan bahwa saat ini telah terdapat sekitar lima juta agen AI yang berinteraksi satu sama lain menggunakan bahasa kode yang bahkan tidak dipahami manusia.

"Hampir semua negara sekarang mengejar AI, tidak mau ketinggalan. Tapi bapak-bapak penemu AI sendiri sudah memberi warning bahwa AI ini bisa menjadi repot bagi manusia," ujar Prabowo. "Jadi, manusia yang menciptakan sesuatu yang lebih hebat."

Melihat tantangan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kampus harus mengambil peran krusial sebagai motor inovasi nasional. Perguruan tinggi diharapkan mampu menjembatani pemanfaatan teknologi secara etis dan strategis demi kemajuan bangsa, bukan sekadar menjadi penonton di tengah ledakan inovasi global.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!