Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Peretasan Rekening Nasabah Bank Jambi, Dua Warga Negara Bulgaria Resmi Ditetapkan sebagai DPO

Moh Wasil Haqqullah15 Juli 202615.15 WIB
Peretasan Rekening Nasabah Bank Jambi, Dua Warga Negara Bulgaria Resmi Ditetapkan sebagai DPO

SUARBERITA.COM - Polda Jambi menetapkan dua warga negara Bulgaria, Alcaz dan Tesevetanov, sebagai daftar pencarian orang (DPO) atas dugaan peretasan sistem keamanan Bank Jambi yang mengakibatkan kerugian nasabah mencapai total Rp144,82 miliar.

Penyelidikan mendalam terhadap kasus pembobolan Bank Jambi akhirnya mengungkap keterlibatan aktor internasional. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, dalam konferensi pers pada Selasa, menyatakan bahwa “Dua WN Bulgaria bernama Alcaz dan Tesevetanov alias Supermen resmi masuk dalam DPO.” Dikutip dari Kompas, (14/7). Kasus ini bermula saat pelaku memerintahkan kaki tangannya di Indonesia, yaitu DD, untuk mencari data pribadi warga guna membuka rekening.

Modus operandi yang digunakan tergolong terorganisasi. DD bekerja sama dengan T untuk merekrut 45 pengemudi ojek online (ojol). Para pengemudi tersebut masing-masing dibayar Rp5 juta agar identitas pribadi mereka dapat disalahgunakan untuk pembukaan 45 rekening bank. Setelah proses registrasi selesai, pelaku lainnya berinisial A turut membantu melancarkan seluruh tahapan tersebut.

Pada 22 Februari, sistem keamanan Bank Jambi berhasil ditembus, menyebabkan dana sebesar Rp144,82 miliar dari 6.609 rekening nasabah raib. Dana hasil kejahatan tersebut segera dialihkan ke 45 rekening penampung milik pengemudi ojol, kemudian dikonversi menjadi aset kripto dalam 90 akun berbeda untuk ditarik melalui wallet luar negeri. Hingga saat ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp18.948.416.896, sementara perburuan terhadap dua aktor utama asal Bulgaria terus dilakukan pihak kepolisian.

Kasus peretasan Bank Jambi senilai Rp144,82 miliar yang melibatkan WN Bulgaria dengan modus eksploitasi data pengemudi ojek online menunjukkan modus operandi yang kompleks. Meskipun tiga kaki tangan domestik telah diamankan, polisi masih mendalami sistem peretasan dan berupaya menangkap dua aktor utama yang kini berstatus DPO internasional.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!