Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Penyebab Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang Masih Diselidiki, PMI-BPBD-Tim Medis Layani Dampak Warga Terpapar Asap

Abd Munib22 Juni 202616.00 WIB
Penyebab Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang Masih Diselidiki, PMI-BPBD-Tim Medis Layani Dampak Warga Terpapar Asap

SUARBERITA.COM - Penyebab kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal milik PT Murni Karetindo Lestari di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang. Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tim medis bergerak cepat memberikan layanan kesehatan kepada warga yang terdampak asap kebakaran.

Kebakaran yang terjadi sejak Minggu (21/6/2026) malam tersebut menghasilkan kepulan asap tebal yang menyebar hingga kawasan permukiman warga. Kondisi itu mendorong petugas kesehatan dari Puskesmas Tanah Tinggi dan Puskesmas Poris Plawad untuk membagikan masker dan obat-obatan kepada masyarakat guna mencegah gangguan pernapasan.

“Kami membantu dari puskesmas yang mulai membagikan masker. Sebab bau dari asap dampak dari kebakaran ini sangat terasa di permukiman warga,” jelas Ketua PMI Kota Tangerang dikutip dari metrotvnews, Senin (22/6/2026).

Selain warga, masker juga dibagikan kepada personel gabungan yang masih bertugas melakukan pemadaman dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Aparat kepolisian turut mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area pabrik demi alasan keselamatan.

Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno meminta warga menjaga kesehatan dengan menggunakan masker yang telah disediakan petugas. Menurutnya, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung sehingga potensi paparan asap tetap tinggi.

“Mohon kerjasamanya untuk jaga kesehatan kita. Ini sedang proses pemadaman sehingga asap akan semakin tebal. Jangan sampai paru-paru kita terganggu. Silakan ambil masker,” kata Suyatno.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menjelaskan petugas masih melakukan pendinginan dan pemadaman serta berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menambah pasokan air melalui armada tangki.

Sebanyak 95 personel gabungan diterjunkan dalam operasi penanganan kebakaran dengan dukungan 19 unit mobil pemadam kebakaran, satu kendaraan Koramil, dan satu ambulans Dinas Kesehatan. Api dilaporkan menghanguskan area pabrik seluas sekitar 1.000 meter persegi.

Hingga Senin pagi, petugas memastikan tidak terjadi perluasan api ke bangunan lain di sekitar lokasi. Belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka, sementara penyebab kebakaran masih didalami oleh pihak berwenang.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!