Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

Penglipuran Village Festival 2026 Resmi Dibuka, Pesona Desa Terindah di Dunia Kembali Memikat.

Chaterina R10 Juli 202613.31 WIB
Penglipuran Village Festival 2026 Resmi Dibuka, Pesona Desa Terindah di Dunia Kembali Memikat.

SUARBERITA.COM - Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, kembali menggelar Penglipuran Village Festival 2026 pada 9-11 Juli 2026. Berdasarkan informasi resmi Kementerian Pariwisata melalui Indonesia.travel, festival tahunan ini mengusung tema “Samskerti Bhumi Jana: Harmoni Menuju Pariwisata Berkelanjutan dan Inklusif”. Beragam kegiatan disiapkan untuk mempromosikan kekayaan budaya Desa Adat Penglipuran, mulai dari parade seni, pertunjukan budaya, lokakarya, pameran kuliner, hingga kampanye peduli lingkungan melalui penggunaan tumbler, dekorasi ramah lingkungan, dan pengurangan sampah plastik sekali pakai.

Festival tersebut menjadi momentum bagi Penglipuran untuk kembali menunjukkan jati dirinya sebagai desa wisata yang mampu memadukan pelestarian budaya dengan perkembangan sektor pariwisata. Keunikan tata ruang desa yang masih mempertahankan arsitektur tradisional Bali serta kehidupan masyarakat yang menjunjung nilai-nilai kearifan lokal menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung tidak hanya disuguhkan berbagai pertunjukan seni tradisional, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan budaya dan menikmati produk-produk UMKM lokal. Kehadiran festival ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga tanpa mengesampingkan upaya menjaga kelestarian adat dan lingkungan yang selama ini menjadi identitas Desa Penglipuran.

Sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan Indonesia yang dikenal luas di dunia, Penglipuran terus membuktikan bahwa pariwisata dapat berkembang seiring dengan pelestarian tradisi. Melalui Penglipuran Village Festival 2026, desa ini kembali mengajak masyarakat untuk menikmati kekayaan budaya Bali sekaligus memperkuat komitmen terhadap pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!