SUARBERITA.COM - Pemprov DKI Jakarta segera menjalankan program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Jakarta untuk membiayai warga berprestasi melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di luar negeri. Beasiswa mencakup biaya kuliah penuh hingga biaya hidup, buku, asuransi kesehatan, visa dan penelitian, dengan pendaftaran ditargetkan dibuka pada September 2027.
Program tersebut memiliki dasar hukum Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 Tahun 2026 yang telah ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dukungan diberikan untuk masa studi maksimal dua tahun bagi mahasiswa S2 dan lima tahun untuk jenjang S3.
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Jakarta Yustinus Prastowo mengatakan program tersebut ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada warga berprestasi, termasuk mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu, melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik dunia.
"Pak Gubernur baru saja menandatangani Pergub 20/2026. Ini Pergub yang mengatur pembentukan 'LPDP Jakarta'. Beasiswa untuk yang berprestasi, agar bisa melanjutkan kuliah hingga S-2 dan S-3, di kampus terbaik di dunia," kata Prastowo melalui akun X resminya, Senin (14/9).
Menurut Prastowo, kebijakan yang digagas Pramono bersama Wakil Gubernur Rano Karno tersebut membawa visi untuk memutus rantai ketidakberuntungan sehingga latar belakang ekonomi tidak membatasi kesempatan warga memperoleh pendidikan tinggi.
Seleksi penerima nantinya akan diselenggarakan bersama LPDP Pusat. Namun, Pemprov DKI memegang kendali dalam menentukan penerima, bidang studi, serta pilihan kampus berdasarkan kebutuhan sumber daya manusia Jakarta.
ANGGARAN RP100 MILIAR, TARGET 50-75 PENERIMA
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan program tersebut menjadi kerja sama perdana Pemprov DKI dengan LPDP Pusat. Kedua pihak masih berkoordinasi untuk mematangkan mekanisme pelaksanaan dan proses seleksi.
Anggaran program telah dimasukkan dalam rancangan APBD 2027 dengan nilai sekitar Rp100 miliar.
“Yang LPDP ini sudah masuk pada anggaran dengan skema beasiswa. Jadi untuk LPDP ini untuk S2 dan S3 di luar negeri. Anggarannya sudah dirancang, ini ada Rp99,9 sekian miliar,” kata Nahdiana.
Pramono mengatakan anggaran tersebut diproyeksikan untuk membiayai sekitar 50 penerima, dengan kemungkinan jumlahnya mencapai 75 orang.
Berdasarkan pembahasan dengan LPDP Pusat, kebutuhan pembiayaan untuk setiap penerima diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.
“Memang untuk 50 orang, bukan 100. Jumlahnya Rp100 miliar. Berdasarkan hasil diskusi dengan LPDP Pusat, satu anak itu kebutuhannya kurang lebih Rp2 miliar sebenarnya. Jadi, nanti yang rencana akan kita berangkatkan itu antara 50 sampai dengan 75 anak, jadi bukan 100,” terang Pramono dikutip Kompas.com
Sebanyak 11 negara saat ini masuk dalam pembahasan sebagai tujuan studi, yakni Amerika Serikat, Australia, Belanda, China, Inggris, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Prancis, Singapura, dan Rusia.
Program studi yang dapat dipilih nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan Jakarta.
Alumni penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) juga berkesempatan melanjutkan pendidikan S2 dan S3 melalui program tersebut.
Sebagai imbal balik atas pembiayaan, alumni diwajibkan memberikan kontribusi terhadap pembangunan Jakarta. Masa pengabdian ditetapkan paling singkat dua kali masa studi penerima beasiswa.

