Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Pemprov DKI Distribusikan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

M Sayyid Ridhwan16 September 202612.40 WIB
Pemprov DKI Distribusikan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

SUARBERITA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat menangani krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang mulai berdampak terhadap permukiman warga.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, saat ini Pemprov DKI terus mendistribusikan air bersih ke wilayah yang terdampak.

"distribusi air tetap kita lakukan,"

"Jadi sekarang ini memang distribusi air tetap kita lakukan," ujar Pramono, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (15/9)

Ia juga mengaku telah mendapatkan laporan terjadinya kekeringan di beberapa kelurahan. Laporan tersebut disampaikan warga baik melalui kanal aduan JAKI ataupun secara langsung sehingga bantuan dapat segera disalurkan.

Sebagai Contoh bantuan air bersih gratis disalurkan kepada warga di Jalan Tridarma X, RT 02/08, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Lurah Pondok Labu, Nachnoer Vernier Atom mengatakan, penanganan dilakukan setelah pihak kelurahan menerima laporan warga dan langsung meninjau lokasi.

Nachnoer mengatakan, pihak kelurahan berkoordinasi dengan BPBD DKI Jakarta dan PAM Jaya untuk menyalurkan air menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter.

"Warga sudah menyiapkan tempat penampungan air. Dari kapasitas tangki tersebut, sekitar 1.000 liter dialokasikan untuk pengisian tempat penampungan di rumah warga yang paling terdampak," tetangnya.

Vernier memastikan seluruh bantuan air bersih diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya maupun persyaratan apa pun. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW untuk mendata wilayah lain yang kemungkinan membutuhkan bantuan serupa.

Sementara itu, salah seorang warga terdampak kekeringan, Patricia mengaku sangat terbantu dengan respons cepat jajaran Pemkot Jakarta Selatan yang menindaklanjuti keluhannya melalui media sosial.

"Awalnya aku buat unggahan di Threads karena sudah tidak ada harapan atau tidak tahu harus berbuat apa. Banyak warga yang bilang langsung kontak pemerintah. Ternyata responsnya luar biasa cepat," ucapnya.

Pramono berharap, fenomena El-Nino yang memicu kemarau ekstrem ini tidak berlangsung lebih lama dari prakiraan. Sebab kekeringan tidak hanya memicu terjadinya krisis air bersih, namun juga peningkatan potensi terjadinya kebakaran.

"Karena kalau enggak, memang dampaknya juga kekeringannya panjang. Bahkan sekarang ini, beberapa lapangan sepak bola seperti yang di Mabes Angkatan Udara kemarin ya, tiba-tiba kebakar," tandasnya.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!