Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

Pemprov DKI Buka Suara Soal JAKIM 2026 Imbas Peserta Meninggal, Pramono Pastikan Evaluasi Layanan Kesehatan

Abd Munib24 Juni 202615.40 WIB
Pemprov DKI Buka Suara Soal JAKIM 2026 Imbas Peserta Meninggal, Pramono Pastikan Evaluasi Layanan Kesehatan

SUARBERITA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akhirnya buka suara terkait meninggalnya seorang peserta dalam ajang Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memastikan peristiwa tersebut akan menjadi bahan evaluasi terutama menyangkut layanan kesehatan dan penanganan medis selama perlombaan berlangsung.

Pramono menyampaikan duka cita atas meninggalnya peserta yang diduga mengalami serangan jantung disertai dehidrasi saat mengikuti ajang lari internasional tersebut. Menurutnya, keselamatan peserta merupakan prioritas utama yang harus terus ditingkatkan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala besar.

“Memang betul ada yang meninggal satu orang karena diduga ada serangan jantung kepada yang bersangkutan, kemudian mengalami dehidrasi. Jadi tentunya kita akan memperbaiki hal itu terutama dalam hal perawatan dan juga ketersediaan kesehatan,” kata Pramono dikutip dari Antara, Rabu (24/6/2026).

Meski terjadi insiden tersebut, Pemprov DKI menegaskan bahwa penyelenggara telah menyiapkan dukungan medis yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah personel kesehatan yang bertugas pada BTN JAKIM 2026 bahkan meningkat sekitar 35 persen untuk memperkuat layanan bagi para peserta.

Medical Director BTN JAKIM 2026, dr. Andhika Raspati, menjelaskan bahwa sebanyak 257 personel medis diterjunkan selama perlombaan. Mereka ditempatkan di 10 tenda medis, 21 ambulans, dan 40 titik mobile medic yang tersebar di sepanjang rute lari.

Menurut Andhika, seluruh tenaga kesehatan yang bertugas terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, fisioterapis, perawat dan paramedis yang telah menjalani pelatihan serta simulasi sebelum pelaksanaan kegiatan.

"Rencana kerja kami sudah disetujui oleh Technical Delegate dari Federasi World Athletics," kata Andhika.

Pemprov DKI Jakarta menegaskan evaluasi akan dilakukan untuk memperkuat sistem respons darurat, meningkatkan kesiapan tenaga medis, serta memastikan standar keselamatan peserta semakin baik pada penyelenggaraan Jakarta International Marathon di masa mendatang.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!