Suar Berita
News

Pemilu Israel Digelar Hari Ini, Netanyahu Hadapi Tantangan dari Mantan Jenderal

M Rayhan Wildani K27 Oktober 202611.56 WIB
Pemilu Israel Digelar Hari Ini, Netanyahu Hadapi Tantangan dari Mantan Jenderal

SUARBERITA.COM - Pemilihan umum parlemen Israel digelar pada Selasa (27/10/2026), dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berupaya mempertahankan kekuasaan di tengah persaingan sejumlah tokoh oposisi. Pemilu ini menjadi pemungutan suara nasional pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang yang menyusulnya.

Pemilu tersebut akan menentukan komposisi 120 kursi Knesset, parlemen Israel. Hasilnya juga akan memengaruhi proses pembentukan pemerintahan berikutnya, termasuk peluang Netanyahu kembali memimpin negara tersebut.

Mengutip laporan Reuters pada 26 Oktober 2026, sejumlah penantang Netanyahu berasal dari berbagai spektrum politik. Mereka antara lain mantan kepala militer Gadi Eisenkot yang memimpin partai Yashar, mantan Perdana Menteri Naftali Bennett yang beraliansi dengan Yair Lapid, serta Avigdor Lieberman dan Yair Golan.

Netanyahu memimpin Partai Likud dan didukung sejumlah partai nasionalis, sayap kanan, serta kelompok ultra-Ortodoks Yahudi. Sementara itu, kubu penantangnya terdiri atas beberapa partai yang belum tentu memiliki kesepakatan untuk membentuk satu pemerintahan bersama.

Sistem Pemilu Israel

Pemilih Israel memberikan suara untuk partai atau daftar calon, bukan memilih perdana menteri secara langsung. Kursi parlemen kemudian dibagikan secara proporsional berdasarkan perolehan suara masing-masing partai yang memenuhi ambang batas parlemen sebesar 3,25 persen.

Untuk memperoleh mayoritas mutlak di Knesset yang memiliki 120 kursi, sebuah pemerintahan umumnya membutuhkan dukungan sedikitnya 61 anggota parlemen.

Mekanisme ini membuat pembentukan koalisi menjadi bagian penting setelah pemilu. Partai yang memperoleh suara terbanyak tidak otomatis dapat membentuk pemerintahan apabila tidak mampu mengumpulkan dukungan yang cukup dari partai lain.

Menurut laporan Reuters pada 27 Oktober, tempat pemungutan suara dijadwalkan dibuka pukul 07.00 dan ditutup pukul 22.00 waktu setempat. Hasil jajak pendapat setelah pemungutan suara atau exit poll diperkirakan memberikan gambaran awal sebelum penghitungan suara selesai.

Hasil akhir belum dapat dipastikan pada saat pemungutan suara berlangsung. Penghitungan suara dan proses pembentukan koalisi akan menentukan siapa yang akhirnya memperoleh dukungan untuk memimpin pemerintahan berikutnya.

Isu Keamanan dan Politik Domestik

Pemilu berlangsung setelah Israel mengalami rangkaian konflik regional sejak serangan Hamas pada Oktober 2023, termasuk perang di Gaza dan Lebanon serta serangan terhadap Iran.

Selain persoalan keamanan, isu pengecualian wajib militer bagi sebagian laki-laki ultra-Ortodoks juga menjadi perdebatan politik. Kebijakan tersebut menimbulkan ketegangan di dalam koalisi pemerintahan Netanyahu maupun di kalangan masyarakat Israel.

Komposisi parlemen baru akan menentukan bagaimana isu-isu tersebut dibahas dalam pemerintahan berikutnya, termasuk arah kebijakan keamanan dan hubungan Israel dengan kawasan sekitarnya.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!