SUARBERITA.COM - Pemerintah pusat bergerak cepat menyalurkan puluhan ribu paket bantuan logistik dan menerjunkan sejumlah pejabat kementerian guna mempercepat penanganan darurat pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur.
Bantuan sebanyak 50 ribu paket sembako dari Presiden Prabowo Subianto diberangkatkan menuju Maumere guna membantu pemenuhan kebutuhan pangan warga terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden telah menginstruksikan seluruh jajaran bergerak cepat.
“Selain itu telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50 ribu paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak. Pemerintah akan terus hadir dan memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat dan tepat,” kata Teddy, Sabtu (15/8/2026). Dikutip dari Detik.com, Minggu (16/8).
Teddy menambahkan bahwa sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, termasuk Menko PMK, Mendagri, Menteri PU, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, hingga perwakilan BUMN diterjunkan langsung ke Labuan Bajo serta Maumere.
Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi dampak bencana tersebut.
“Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang,” kata Berton.
Data BNPB mencatat kerusakan mencakup 157 rumah rusak berat, 41 rusak sedang, 148 rusak ringan, serta puluhan fasilitas publik. Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin memastikan evakuasi dan perawatan korban luka terus berjalan.
Penyaluran 50 ribu paket sembako dan mobilisasi lintas kementerian merupakan langkah tanggap darurat pemerintah dalam memitigasi dampak gempa M 7,7 di NTT. Prioritas utama penanganan saat ini difokuskan pada distribusi logistik yang merata, evakuasi korban terluka, pendataan kerusakan infrastruktur, serta percepatan pemulihan layanan fasilitas publik di seluruh wilayah terdampak.

