SUARBERITA.COM - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Indonesia. Selain berkontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, sektor ini juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan keluarga di berbagai daerah.
Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah UMKM di Indonesia mencapai 56.142.687 unit usaha. Sebagian besar atau 96,94 persen di antaranya merupakan usaha mikro. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan ekosistem UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha kecil yang menjadi fondasi ekonomi rakyat.
Meski memiliki peran besar, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam akses pembiayaan, legalitas usaha, pemasaran, hingga pendampingan usaha yang belum terintegrasi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas meluncurkan SAPA UMKM. Platform ini diperkenalkan melalui soft launching di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, sebagai pusat layanan dan informasi terpadu bagi pelaku UMKM.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai perkembangan sebuah negara sangat dipengaruhi oleh kekuatan kewirausahaan masyarakat. Rachmat bahkan menyebut SAPA UMKM sebagai revolusi digital bagi pengembangan UMKM di Indonesia.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan platform tersebut akan memperkuat berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari pengelolaan data, akses pembiayaan, pemasaran, hingga penguatan rantai pasok dan layanan terpadu bagi pelaku usaha.
"Selain berfungsi sebagai sistem informasi pendataan tunggal dan pemetaan potensi UMKM, SAPA UMKM juga akan mengintegrasikan berbagai kebutuhan usaha dalam satu aplikasi, mulai dari perizinan melalui OSS, sertifikasi, pelatihan, hingga mengoneksikan pengusaha UMKM dengan pemasok, logistik, industri besar, BUMN, dan ekosistem usaha lainnya," ujar Maman, dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026), dilansir dari detikfinance
Pemerintah berharap kehadiran SAPA UMKM dapat mempermudah pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan, pendampingan, serta perlindungan usaha secara lebih terarah. Selain itu, platform ini juga diharapkan mampu memperluas keterhubungan UMKM dengan ekosistem digital guna meningkatkan daya saing dan jangkauan pasar.
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) turut mendukung pengembangan SAPA UMKM sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat pembiayaan dan pemberdayaan usaha ultra mikro. Melalui program Mekaar, PNM menilai akses modal akan lebih berdampak jika dibarengi dengan pendampingan, literasi, dan penguatan jaringan usaha.
Melalui integrasi layanan tersebut, pelaku usaha mikro diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan naik kelas, sekaligus memperkuat kesejahteraan ekonomi keluarga.

