SUARBERITA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan perhitungan ulang terhadap kebutuhan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi prioritas utama Presiden Prabowo Subianto.
Dalam penjelasannya di Kompleks Parlemen DPR RI, Senin (15/6/2026), Purbaya mengungkapkan bahwa rencana pertemuan dirinya dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, bertujuan untuk melakukan koordinasi mendalam terkait kebutuhan program tersebut. Meskipun isu efisiensi sering mencuat, Purbaya meluruskan bahwa pertemuan itu tidak serta-merta membahas pemangkasan atau efisiensi anggaran.
"Belum tentu efisiensi, dia (Naniek S Deyang) mau ketemu aja," ungkap Purbaya dikutip dari kompas Senin (15/6/2026). Ia menambahkan bahwa koordinasi tersebut sebelumnya sempat tertunda karena dirinya harus memenuhi panggilan Presiden Prabowo.
Langkah perhitungan ulang ini selaras dengan pernyataan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada Kamis (11/6/2026). Prasetyo menyebut adanya proyeksi pengurangan kebutuhan anggaran hasil perhitungan terbaru, namun ia menegaskan hal tersebut bukanlah tindakan pemangkasan anggaran. "Bukan pemangkasan ya, tapi dari hasil perhitungan, kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari Program MBG ini," jelas Prasetyo.
Saat ini, pemerintah memang tengah melakukan penataan menyeluruh terhadap program MBG agar pelaksanaannya lebih cermat, dengan target penyelesaian penataan tersebut dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
Pemerintah kini berfokus pada penataan ulang tata kelola program MBG untuk memastikan akurasi kebutuhan dana. Purbaya menegaskan bahwa koordinasi yang akan dilakukan bersama BGN lebih menitikberatkan pada sinkronisasi program, sehingga belum dapat dipastikan apakah penyesuaian tersebut akan berdampak pada efisiensi anggaran atau hanya sekadar pembaruan estimasi kebutuhan riil di lapangan.

