Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Pemerintah Bidik Indonesia Jadi Penghasil Ikan Terbesar Dunia

Ulfa Safira3 Juli 202619.00 WIB
Pemerintah Bidik Indonesia Jadi Penghasil Ikan Terbesar Dunia

SUARBERITA.COM - Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi salah satu produsen ikan terbesar di dunia sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan nasional. Target tersebut menjadi kelanjutan program swasembada pangan yang tengah dijalankan pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, setelah swasembada beras, pemerintah kini mengarahkan perhatian pada sektor perikanan. Menurutnya, arahan tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Intinya tahun ini fokus kita tidak hanya swasembada, kita ingin menjadi penghasil ikan terbesar di dunia," ujarnya di Jakarta, Kamis (02/07/2026), usai Rapat Koordinasi Nasional Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan, dilansir dari Antara

Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah membenahi sistem pengelolaan perikanan, baik pada sektor budi daya maupun perikanan tangkap. Upaya itu diharapkan mampu meningkatkan produksi sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar ekspor.

"Dengan dukungan semua, maka program kebijakan Presiden untuk swasembada akan terpenuhi dan bahkan kita akan menjadi eksportir terbesar di dunia," ujarnya.

Selain meningkatkan produksi ikan, pemerintah juga menaruh perhatian pada sektor garam. Zulhas menyebut swasembada garam ditargetkan tercapai pada akhir 2027 agar kebutuhan garam nasional, baik untuk industri maupun konsumsi, tidak lagi bergantung pada impor. Untuk mendukung target tersebut, Presiden telah menerbitkan Inpres Nomor 14 Tahun 2025 yang mengatur langkah intensifikasi, ekstensifikasi, serta penerapan teknologi di kawasan sentra ekonomi garam rakyat.

"Target swasembada garam itu akhir 2027, karena kita masih impor cukup besar. Oleh karena itu pengendalian ikan dan garam sekarang penuh di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan," ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat pembangunan sektor kelautan melalui berbagai program strategis. Salah satunya ialah pengembangan budi daya ikan darat tematik di 40 ribu titik yang tersebar pada 500 kawasan sebagai upaya meningkatkan produksi protein nasional tanpa menambah tekanan terhadap kawasan hutan.

KKP juga mempercepat program swasembada garam dengan meningkatkan produksi garam berkualitas industri melalui strategi intensifikasi dan ekstensifikasi. Program tersebut ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 400 ribu ton garam berkadar NaCl di atas 97 persen setiap tahun untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor yang saat ini masih mencapai sekitar 2,7 juta ton.

Di sektor perikanan budi daya, pemerintah mengembangkan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Sumba Timur, serta merevitalisasi tambak di Pantai Utara Jawa seluas sekitar 14.090 hektare yang dipadukan dengan rehabilitasi mangrove. Selain itu, sebanyak 4.582 kapal perikanan akan dimodernisasi guna meningkatkan produktivitas penangkapan ikan sekaligus mendorong peningkatan devisa, penerimaan pajak, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!