SUARBERITA.COM – Presiden Prabowo Subianto secara resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi yang diketuai langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk mencapai target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 17 hingga 21 persen pada akhir tahun 2026.
Dilansir dari laporan Media Indonesia, satgas ini memiliki tiga fokus utama percepatan. Pertama, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan target kapasitas fantastis hingga 100 gigawatt. Kedua, program konversi mesin kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Ketiga, penerapan efisiensi energi di berbagai sektor industri.
Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa realisasi bauran energi untuk ketenagalistrikan saat ini sudah berada di atas 16 persen. "Target nasional bauran energi pada 2026 adalah 17 persen, dan masih sangat berpeluang meningkat seiring percepatan commercial operation date (COD) pembangkit EBT," ujar Eniya. Pemerintah saat ini tengah melakukan pembahasan intensif untuk merealisasikan program PLTS raksasa tersebut.
Presiden Prabowo sendiri dalam acara HUT ke-1 Danantara Indonesia optimis bahwa dengan akselerasi ini, masalah energi nasional dapat diselesaikan. "Dengan akselerasi ini kita yakin permasalahan energi ini dapat terselesaikan," tegas Prabowo. Meskipun target ambisius, pemerintah mengakui bahwa dibutuhkan investasi sekitar Rp3.000 triliun untuk mewujudkan transisi energi ini.

