Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Pelajaran Era AI, BRIN Minta Maaf Soal Unggahan Garuda Pancasila Setelah Dikritik Publik

Abd Munib1 Juni 202623.01 WIB
Pelajaran Era AI, BRIN Minta Maaf Soal Unggahan Garuda Pancasila Setelah Dikritik Publik

SUARBERITA.COM - 

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permohonan maaf terkait unggahan lambang Pancasila. Hal itu dilakukan setelah unggahan di media sosial menuai kritik dari publik. Konten yang diunggah melalui akun X resmi

BRIN mengunggah ilustrasi Garuda Pancasila yang tidak sesuai dengan ketentuan resmi lambang negara. Ilustrasi itu diunggah melalui akun resmi X milik BRIN tepat di Hari Lahir Pancasila.

Perhatian warganet tertuju pada detail gambar Garuda yang dianggap tidak memenuhi kaidah. Sejumlah pengguna media sosial menemukan jumlah bulu pada sayap dan ekor Garuda tidak lengkap. Pengguna X mempertanyakan proses pembuatan dan verifikasi konten sebelum dipublikasikan.

Kritik semakin meluas setelah muncul dugaan ilustrasi itu dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Meski tidak mengonfirmasi penggunaan AI, BRIN mengakui adanya ketidakcermatan dalam desain yang menyebabkan kesalahan pada simbol negara tersebut.

Menanggapi polemik yang berkembang, BRIN segera mengeluarkan pernyataan resmi dan meminta maaf kepada masyarakat. “BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan,” tulis BRIN dikutip dari akun X, Senin (1/6/2026).

“Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang,” lanjut pernyataan BRIN.

BRIN juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan masukan dan kritik. Sebagai bentuk tanggung jawab, lembaga itu langsung memperbaiki unggahan yang dipersoalkan dan menggantinya dengan desain Garuda yang sesuai dengan ketentuan resmi.

Kasus ini menjadi pengingat di tengah pesatnya perkembangan AI, proses verifikasi oleh manusia memegang peran penting. Terlebih ketika konten yang dipublikasikan berkaitan dengan simbol negara yang sarat makna historis, filosofis dan identitas kebangsaan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!