Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

PEKAN KEDUA PERANG DIMULAI: Minyak Dunia Tembus $115 Per Barel, Ekonomi Afrika dan Asia Berguncang, Perang Belum Berakhir

Dwipa S10 Maret 202608.55 WIB
PEKAN KEDUA PERANG DIMULAI: Minyak Dunia Tembus $115 Per Barel, Ekonomi Afrika dan Asia Berguncang, Perang Belum Berakhir

NEW YORK / LONDON / NAIROBI / SEOUL / TEHERAN — 9 Maret 2026

Pekan kedua perang dimulai dengan krisis ekonomi global: harga minyak WTI tembus $115 per barel, Brent $110—tertinggi sejak 2008. Pasar saham dunia anjlok, memicu kekhawatiran resesi.

Dikutip dari AP / Britannica, 'Crude oil prices spike above $115 a barrel', 9 Maret 2026: "Perang Iran mengguncang pasar, dengan Selat Hormuz tertutup efektif; kenaikan mingguan terbesar sejak COVID-19." Maersk tangguhkan operasi Timur Tengah, sementara maskapai hadapi biaya naik 40%.

Dampak terasa di Afrika dan Asia. Dikutip dari AP, 'Iran war sends shockwaves through African fuel market', 9 Maret 2026: "Ekonomi Afrika rentan; impor bahan bakar naik, inflasi tekan konsumen. Kenya umumkan darurat pasokan." Di Nigeria, antrean SPBU panjang; harga BBM naik 60%.

Sementara, AS mulai latihan militer besar dengan Korea Selatan. Dikutip dari AP / Britannica, 'US begins large military drill with South Korea', 8 Maret 2026: "Ini sinyal AS bisa perang di dua theater; peringatan bagi China di Taiwan."

Arab Saudi peringatkan Iran pasca-serangan. Dikutip dari Al Jazeera, Day 9 War Update, 9 Maret 2026: "Drone Iran rusak pabrik desalinasi Bahrain, mirip serangan AS ke Qeshm."

Update perang: Iran serang Tel Aviv, Israel target listrik Isfahan. Dikutip dari OHCHR, 'Middle East crisis plays out worst fears', 8 Maret 2026: "Lebih 1.500 tewas di Iran; serukan pengekangan dan negosiasi."

Konflik ini jadi perang ekonomi, dirasakan nelayan Ghana hingga petani Bangladesh.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!