SUARBERITA.COM - Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, dr. H. Nevirizal, memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya setelah anaknya menjadi sorotan publik akibat unggahan bergaya mewah atau flexing di media sosial.
Surat pengunduran diri tersebut disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Gayo Lues pada Kamis (23/7). Keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas polemik yang muncul dan dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat kepada institusi pemerintahan.
Dalam keterangannya, Nevirizal menegaskan bahwa keputusan tersebut lahir dari kesadaran pribadi, bukan karena tekanan pihak tertentu.
“Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik terkait anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi,” ujar Nevirizal dikutip dari Antara.
Sementara itu, anak Nevirizal, Dea Arranoya, juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui unggahan yang beredar di media sosial merupakan bentuk ketidakdewasaan dalam menggunakan platform digital dan telah menghapus seluruh konten yang menjadi sorotan publik.
Kasus tersebut menjadi perhatian luas setelah sejumlah unggahan Dea yang menampilkan gaya hidup mewah dan aktivitas pribadi beredar di media sosial hingga memicu kritik dari warganet. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya etika bermedia sosial, terutama bagi keluarga pejabat publik yang kerap menjadi sorotan masyarakat.

