SUARBERITA.COM - Pebalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, sukses mengharumkan nama bangsa setelah meraih kemenangan pada putaran kedua Kejuaraan Dunia Moto3 Junior 2026 di Sirkuit Estoril. Pebalap asal Indonesia berusia 16 tahun itu mengungkap strategi yang membawanya finis terdepan di tengah persaingan ketat dan cuaca panas ekstrem.
Ramadhipa mengatakan kondisi lintasan yang panas membuat balapan berlangsung sangat sulit. Para pebalap harus cermat mengatur ritme sekaligus menjaga performa ban agar tetap kompetitif hingga akhir lomba.
“Balapan kemarin cukup sulit karena cuaca cukup panas. Untuk mengatur pace cukup sulit karena juga saling fight satu sama lain,” kata Ramadhipa dikutip dari MediaIndonesia, Senin (15/6/2026).
Pebalap Indonesia tersebut menjelaskan bahwa dirinya sengaja tidak memaksakan kecepatan sejak awal balapan. Dia memilih menghemat ban untuk digunakan pada lap-lap terakhir saat peluang menyerang terbuka lebih besar. Selain itu, dia berusaha tetap berada di kelompok depan guna mengantisipasi kemungkinan balapan dihentikan karena bendera merah.
“Strategi kemarin tentunya menghemat ban karena cuaca cukup panas untuk menyimpan di lap-lap terakhir. Saya juga mencoba stay di depan karena kemungkinan ada red flag,” katanya.
Strategi itu berjalan sempurna. Pada lap terakhir, Ramadhipa memanfaatkan keunggulan motornya di lintasan lurus untuk melakukan manuver menyalip rival-rivalnya. Setelah berhasil merebut posisi terdepan, dia mempertahankan keunggulan hingga menyentuh garis finis dan memastikan kemenangan bagi Indonesia.
Hasil gemilang tersebut mengangkat Ramadhipa ke posisi kedua klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 Junior 2026. Dia kini hanya terpaut tujuh poin dari pemuncak klasemen asal Italia, Giulio Pugliese.
“Target saya cuma mau finis setiap race dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Saya tidak mau pressure diri saya sendiri,” pungkasnya.
Meski berpeluang besar bersaing dalam perebutan gelar juara dunia, Ramadhipa memilih tetap fokus mengumpulkan poin secara konsisten sepanjang musim.

