SUARBERITA.COM - Pengguna jalan di kawasan Dataran Tinggi Gayo kini kembali dapat melintasi Jembatan Enang-Enang setelah masyarakat setempat bergotong royong memperbaiki akses yang rusak akibat bencana. Tanpa menunggu penanganan pemerintah, warga menggalang dana secara swadaya hingga lebih dari Rp1 miliar demi memulihkan jalur vital yang menghubungkan wilayah pedalaman dengan pesisir Aceh.
Gerakan perbaikan dimulai 26 Mei 2026 dengan menyewa satu unit ekskavator menggunakan dana hasil patungan masyarakat. Selain mengumpulkan dana sekitar Rp1 miliar, warga juga menyumbangkan bahan bakar minyak untuk mendukung operasional alat berat selama proses pengerjaan. Langkah ini diambil karena masyarakat menilai penanganan pemerintah terhadap kerusakan jalan nasional tersebut berjalan terlalu lambat.
Perbaikan dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan warga, relawan, serta sejumlah tokoh masyarakat. Berkat kerja sama tersebut, akses yang sebelumnya terputus kini kembali dapat dilalui kendaraan sehingga aktivitas ekonomi, distribusi barang, hingga mobilitas masyarakat perlahan kembali normal.
Jalan yang diperbaiki merupakan jalur nasional penghubung Dataran Tinggi Gayo dengan wilayah pesisir Aceh. Kerusakan akibat bencana sempat menghambat mobilitas masyarakat selama berbulan-bulan. Setelah proses perbaikan rampung, jembatan tersebut diresmikan dan kembali difungsikan untuk melayani lalu lintas warga. Pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menyampaikan permintaan maaf setelah sebelumnya dinilai lambat menangani karusakan tersebut, dikutip dari WartaEkonomi, (6/7).
Aksi swadaya ini menjadi contoh kuat bahwa semangat gotong royong masih mengakar di tengah masyarakat Aceh. Meski memiliki keterbatasan, warga memilih mengambil inisiatif demi memastikan akses transportasi tidak terus terhambat. Di sisi lain, langkah tersebut juga menjadi pengingat pentingnya percepatan penanganan infrastruktur pascabencana agar masyarakat tidak kembali harus menanggung beban perbaikan secara mandiri.

