Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Panen Raya Udang di Kebumen, Prabowo Tegaskan Kekayaan RI Tak Boleh Dinikmati Segelintir Orang

Abd Munib23 Mei 202622.17 WIB
Panen Raya Udang di Kebumen, Prabowo Tegaskan Kekayaan RI Tak Boleh Dinikmati Segelintir Orang

SUARBERITA.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan hanya dinikmati oleh kelompok tertentu maupun pihak asing.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah. Dalam kunjungan itu, Presiden meninjau langsung aktivitas produksi dan menyaksikan hasil panen yang disebut memiliki nilai ekonomi tinggi.

Prabowo mengapresiasi produktivitas tambak udang yang dinilai mampu memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut sekitar 650 warga setempat telah bekerja di kawasan tersebut.

“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap. Berapa orang yang kerja sekarang? Enam ratus lima puluh. Enam ratus lima puluh. Lokal orang lokal semua. Orang setempat enam ratus lima puluh orang bekerja,” papar Prabwo dikutip dari detik.com, Sabtu (23/5/2026)..

Selain aspek ketenagakerjaan, ia juga menyoroti nilai ekonomi hasil panen udang yang mencapai sekitar Rp70 ribu per kilogram atau setara Rp70 juta per ton. Menurutnya, potensi tersebut harus dikelola secara optimal untuk memperkuat ekonomi nasional, khususnya masyarakat pesisir.

Prabowo menegaskan pentingnya kemandirian bangsa dalam mengelola sumber daya alam di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Ia menyebut Indonesia harus memiliki kekuatan untuk menjaga kekayaan nasional agar tidak mudah dipengaruhi pihak luar.

“Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan kita, jaga kekayaan kita. Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita kita kelola sendiri,” katanya.

Ia juga menyinggung situasi dunia yang masih dipenuhi konflik di berbagai kawasan. Meski Indonesia tidak terlibat langsung, ia mengingatkan perlunya kewaspadaan nasional.

“Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur kepada Yang Mahakuasa, kita masih tidak terlibat, tetapi kita waspada,” ujarnya.

Prabowo menegaskan pengelolaan kekayaan alam telah diamanatkan konstitusi untuk kemakmuran rakyat. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menutup kebocoran ekonomi agar manfaat sumber daya alam dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!