Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Pacu Pemulihan Pascabencana di Aceh, Satgas PRR Kebut 1.500 Titik Air Bersih di Sumatera

Moh Wasil Haqqullah21 Mei 202616.21 WIB
Pacu Pemulihan Pascabencana di Aceh, Satgas PRR Kebut 1.500 Titik Air Bersih di Sumatera

SUARBERITA.COM - Akses air bersih kini menjadi prioritas mutlak dalam agenda rehabilitasi di wilayah terdampak bencana Sumatera. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera bergerak cepat memacu pembangunan sumur bor dan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) guna menjamin kelayakan hidup para penyintas.

Berdasarkan data terbaru Satgas PRR per 19 Mei 2026, sinergi lintas instansi telah berhasil mendirikan lebih dari 1.500 titik sumur bor dan fasilitas air bersih di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Realisasi ini mencerminkan lonjakan masif hingga 59 persen jika dibandingkan dengan data per 31 Maret 2026, yang kala itu baru mencatat 958 sumur bor rampung dan 548 titik dalam proses pengerjaan.

Menurut Letjen TNI, Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua Satgas menyatakan "Dari masukan BPBD provinsi dan kabupaten, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah air bersih. Setelah berkoordinasi dan komunikasi intensif, kami memutuskan membangun sumur bor dan instalasi air masing-masing lima unit di Tapanuli Tengah dan lima unit di Tapanuli Selatan," ujarnya. Dikutip dari detik.com Rabu, (20/05/2026).

Langkah taktis ini diambil demi menopang aktivitas harian warga di lokasi hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap), sekaligus membentengi mereka dari ancaman krisis kesehatan lingkungan. Demi mempercepat pemulihan, sarana pendukung seperti alat berat dan sistem penjernih air turut diterjunkan ke lapangan.

Proyek kemanusiaan ini mengintegrasikan kerja bersama antara TNI AD, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), BNPB, Polri, Satgas PRR, serta sektor swasta. Merujuk pada laporan capaian terkini, kontribusi riil diperlihatkan oleh TNI AD yang sukses membangun 489 titik sumur bor dan 231 unit MCK. Dukungan krusial lainnya juga datang dari Kementerian PU sebanyak 350 titik, Korps Polri dengan 371 titik sumur bor, serta BNPB yang menyalurkan bantuan di 313 titik.

Percepatan penyediaan infrastruktur sanitasi ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam memulihkan urat nadi kehidupan masyarakat pascabencana. Melalui kolaborasi solid antarlembaga, pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas di Sumatera diharapkan dapat tuntas secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!