SUARBERITA.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan proyeksi positif terkait ketahanan pangan nasional. Ia menyatakan keyakinannya bahwa capaian swasembada pangan yang telah diraih Indonesia akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026, dengan tingkat keyakinan keberhasilan mencapai lebih dari 90 persen.
Kepercayaan diri Mentan Amran didasarkan pada lonjakan produksi domestik yang signifikan. Hingga saat ini, sebanyak delapan komoditas pangan strategis, termasuk beras, telah berhasil mencapai status swasembada. Bahkan, tiga di antaranya kini telah merambah pasar ekspor. Amran menegaskan bahwa fondasi kemandirian pangan ini semakin kokoh menyusul keberhasilan Indonesia mencatatkan rekor stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tertinggi dalam 25 tahun terakhir.
"Alhamdulillah, tepat di akhir Desember 2025, kita mencapai swasembada tercepat dan stok tertinggi selama 25 tahun. Ini kita umumkan, stok kita ini tertinggi selama merdeka sampai hari ini. Dulu pernah tahun 1984, stok kita 2,6 juta ton. Sekarang 5,18 juta ton,” ujar Amran dalam keterangannya, dikutip Senin (6/7/2026). Dikutip dari inews, Senin (6/7/2026).
Per 1 Juli 2026, stok CBP tercatat menyentuh angka 5,17 juta ton, sebuah lompatan besar jika dibandingkan dengan angka 2,6 juta ton pada tahun 1984. Tren positif ini juga dikonfirmasi oleh data lembaga internasional. BPS mencatat realisasi produksi beras nasional sepanjang 2025 mencapai 34,7 juta ton. Proyeksi serupa turut diberikan oleh FAO serta Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang memperkirakan angka produksi tetap berada di kisaran 34,6 hingga 35 juta ton. Capaian di akhir 2025 menjadi tolok ukur utama pemerintah untuk terus mempertahankan stabilitas pasokan pangan sepanjang tahun berjalan.
Dengan capaian stok tertinggi dalam sejarah modern Indonesia serta dukungan data produksi yang konsisten, pemerintah optimistis swasembada pangan akan tetap terjaga. Stabilitas ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan domestik, tetapi juga memantapkan posisi Indonesia dalam panggung pangan global.

