Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sport

Netflix Effect: Perubahan Narasi Formula 1

Chaterina R11 Februari 202614.10 WIB
Netflix Effect: Perubahan Narasi Formula 1

Dalam permainan Formula 1 tidak ada yang sederhana. Berat badan drivers, tekanan ban, dan kecepatan angin diukur hingga 4 atau 5 angka desimal untuk menentukan bagaimana mobil Formula 1 disiapkan untuk balapan. Orang-orang dengan tekat besar yang suka melampaui batasan dirinya biasanya suka dengan Formula 1.

Sejak dirilisnya Drive to Survive pada tahun 2019, series ini membantu dalam berbagai aspek. Mulai dari Formula 1 dapat menembus pasar AS hingga merevitalisasi olahraga balap ini. Adapula dampak Netflix pada Formula 1 juga dapat menjangkau pergeseran yang lebih luas dalam cara penggemar berinteraksi dengan olahraga. Selain itu cara baru Tim Formula 1 untuk berinteraksi dengan fansnya yaitu dengan menggandeng konten kreator seperti contohnya “McLaren Unboxed”, sebuah serial YouTube yang mengikuti Lando Noris dan Oscar Piastri pada akhir pekan balapan. Dimana serial YouTube ini tembus 300.000 penayangan di platfrom tersebut.

Dengan pecahnya keheningan semenjak dirilisnya Drive to Survive Formula 1 . Nielsen juga menduga bahwa hal ini juga dipicu oleh para drivers yang berkompetisi di ajang olahraga balap tersebut. Seperti Lando Norris, Charles Leclerc, George Russel, dan Lance Stroll yang rata-rata masih berusia di bawah 25 tahun kala itu. Para pembalap muda yang saat ini sangat melek dengan sosial media, seperti Lando Norris yang membantu mendapatkan fans baru dengan berbagi platfromnya seperti di Instagram dan YouTube.

Olahraga balap Formula 1 menjadi Game Changer dalam pemasaran digital yang berhasil menjangkau audiens dari berbagai kalangan dewasa, muda, maupun remaja. Dengan penayangan konten yang sangat menarik dan mudah dicerna. Memberikan gambaran mendalam tentang kehidupan di balik layar Formula 1. Bagaimana mereka bersaing dengan sengit antar tim, drama personal para drivers, dan bahkan tantangan teknis yang mereka hadapi selama musim balap. Yang kemudian digital marketing dari serial Drive to Survive ini menjadi dampak atas meningkatnya pertumbuhan Formula 1 di Media Sosial bahkan meningkatnya minat pada merchandise dan event Formula 1 sendiri.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!