Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Netanyahu Menolak Rencana 15 Poin BoP untuk Pemulihan Gaza

Moh Wasil Haqqullah10 Agustus 202613.00 WIB
Netanyahu Menolak Rencana 15 Poin BoP untuk Pemulihan Gaza

SUARBERITA.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan penolakan terbuka terhadap rencana 15 poin BoP untuk Gaza, berbeda dengan usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan menunda penarikan pasukan Israel hingga kini.

Benjamin Netanyahu menyatakan Israel menolak dokumen 15 poin yang disusun Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) untuk pemulihan Gaza. Pernyataan itu disampaikan menurut laporan media Israel pada Ahad, ketika Netanyahu menegaskan militer Israel belum akan meninggalkan wilayah tersebut sebelum Hamas sepenuhnya dilucuti.

“Israel menolak dokumen 15 poin tersebut,” kata Netanyahu. Ia menambahkan, “Militer tidak akan melakukan penarikan pasukan apa pun sampai Hamas benar-benar dilucuti senjatanya.” Netanyahu menyebut Israel menginginkan pembubaran Hamas secara nyata, “bukan pembubaran semu”.

Ia mengatakan pemerintahnya tengah membahas persoalan itu dengan Amerika Serikat. “Saat ini, kami sedang berbicara dengan pihak Amerika mengenai masalah tersebut. Mereka memiliki sejumlah gagasan; ada yang dapat kami terima, namun ada pula yang tidak,” ujarnya. Dikutip dari Republika, Senin (10/8/2026).

BoP secara resmi mengumumkan rencana tersebut pada 30 Juli dan menyatakan Hamas telah menyetujuinya. Selain mewajibkan Hamas menyerahkan senjata, rancangan itu mengatur penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza secara bertahap. Kekuasaan kemudian dialihkan kepada teknokrat Palestina dalam Komite Nasional Palestina independen, yang berada di Mesir karena Israel belum mengizinkan mereka masuk.

Gedung Putih menyebut kesepakatan itu “monumental” karena Hamas disebut bersedia melucuti senjata untuk pertama kalinya. Rencana tersebut berlandaskan gencatan senjata dan peta jalan perdamaian Gaza yang disetujui Israel pada Oktober 2025.

Penolakan Netanyahu menempatkan rencana BoP dalam ketidakpastian. Israel mensyaratkan pelucutan senjata Hamas sebelum penarikan pasukan, sedangkan rancangan BoP mengatur kedua proses secara bertahap. Perbedaan ini menunjukkan adanya jarak antara pemerintah Israel, Amerika Serikat, dan mekanisme perdamaian Gaza, meski pembicaraan antarpihak masih berlangsung hingga kini dalam suasana diplomatik yang belum pasti.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!