Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Nanik Tunjuk Dua Wakil Baru BGN, Pengawasan Anggaran MBG Diperketat hingga Wilayah 3T

M Rayhan Wildani K4 Juni 202619.47 WIB
Nanik Tunjuk Dua Wakil Baru BGN, Pengawasan Anggaran MBG Diperketat hingga Wilayah 3T

SUARBERITA.COM - – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang memperkenalkan dua wakil kepala baru yang akan membantunya menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah pergantian kepemimpinan di lembaga tersebut. Dua pejabat yang ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN adalah Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Keduanya diberikan tugas khusus untuk memperkuat tata kelola program MBG, terutama dalam aspek pengawasan dan pelaksanaan di lapangan.

Dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026), Nanik menjelaskan bahwa Agustina Arumsari memiliki pengalaman panjang di bidang pengawasan dan audit selama lebih dari tiga dekade. Sebelum bergabung dengan BGN, Agustina diketahui pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Sebelah saya Ibu Agustina Arumsari, beliau 34 tahun di bidang pengawasan dan audit, sebelumnya Wakil Kepala BPKP. Dengan tugas Pak Presiden, sesuai keahlian beliau, beliau akan mengawasi dengan superketat tata kelola dan keuangan negara yang di BGN," ujar Nanik dalam jumpa pers di kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Sementara itu, Mayjen TNI Trenggono akan membantu penguatan pelaksanaan program, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Nanik menegaskan Trenggono telah mengajukan pengunduran diri dari dinas militer dan prosesnya sedang berjalan.

"Sebelum ditanyakan mengapa TNI aktif, sudah diajukan proses pengunduran diri dan mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun, tapi proses pengunduran dirinya sudah berlangsung sejak kemarin," ucap Nanik.

"Dan mengapa kok ada militer? Beliau sebelumnya Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Kenapa ada militer, nanti kaitannya dengan program 3T, di mana kami membutuhkan ahli teritorial," imbuhnya.\

Ia menjelaskan kehadiran Trenggono bukan semata karena latar belakang militernya, melainkan karena pengalaman yang dimiliki dalam pengelolaan sektor pangan dan pemahaman mengenai wilayah teritorial yang dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan MBG di daerah terpencil. Selain memperkenalkan jajaran pimpinan baru, Nanik juga menegaskan fokus utama BGN saat ini adalah melakukan efisiensi anggaran tanpa mengurangi jumlah penerima manfaat program MBG.

Beberapa strategi yang tengah disiapkan antara lain penajaman sasaran penerima manfaat, moratorium pembangunan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru, serta evaluasi terhadap dapur-dapur MBG yang telah beroperasi. BGN juga akan melakukan pembenahan fasilitas dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna memastikan kualitas makanan yang disajikan sesuai standar yang ditetapkan. Dapur yang dinilai tidak memenuhi ketentuan berpotensi dihentikan sementara operasionalnya hingga dilakukan perbaikan.

"Agar sesuai standar untuk hasilkan makanan berkualitas termasuk perbaikan dan pelatihan SDM. Artinya, bila dapur itu tak sesuai, kami akan melakukan suspend," jelasnya.

Selain itu, BGN tengah menyiapkan skema khusus untuk memperluas pelaksanaan program MBG di wilayah 3T agar layanan tetap dapat menjangkau masyarakat tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pimpinan baru BGN dalam memperkuat tata kelola program sekaligus memastikan pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!