Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

MUI Tegaskan Karnaval Maulid Pekalongan Tak Boleh Tampilkan Ritual Menyimpang

Moh Wasil Haqqullah15 September 202610.00 WIB
MUI Tegaskan Karnaval Maulid Pekalongan Tak Boleh Tampilkan Ritual Menyimpang

SUARBERITA.COM - Karnaval Maulid Nabi di Pekalongan menuai kontroversi setelah menampilkan atraksi menyerupai ritual satanic. MUI menegaskan perayaan seharusnya mencerminkan akhlak Rasulullah dan memperkuat keimanan umat.

Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik setelah menampilkan atraksi bernuansa mistik yang dinilai menyerupai ritual satanic, termasuk penyembelihan kambing di muka umum. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menyampaikan kritik keras terhadap acara tersebut.

Menurut Cholil, pertunjukan itu jelas bertentangan dengan tujuan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Ini berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (15/9/2026). Ia menekankan bahwa perayaan Maulid seharusnya diisi dengan kegiatan yang mendidik, menyejukkan, serta mencerminkan akhlak Rasulullah SAW.

Cholil menambahkan, ekspresi kegembiraan atas kelahiran Nabi mestinya diwujudkan melalui syiar yang memperkuat iman, bukan dengan atraksi yang menimbulkan kontroversi. SKNC sendiri awalnya digagas sebagai rangkaian peringatan Maulid Nabi sekaligus khitanan massal ke-61.

Namun, penyajian atraksi yang dianggap menyimpang membuat masyarakat mempertanyakan relevansi acara dengan nilai-nilai Islam.

MUI berharap penyelenggara ke depan lebih berhati-hati dalam menampilkan hiburan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan tetap sesuai dengan ajaran agama.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!