Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

MSCI Tunda Penilaian Pasar Indonesia, Rupiah Tetap Tertekan ke Rp17.973 per Dolar AS

Abd Munib25 Juni 202615.20 WIB
MSCI Tunda Penilaian Pasar Indonesia, Rupiah Tetap Tertekan ke Rp17.973 per Dolar AS

SUARBERITA.COM - Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (25/6/2026) meski pasar mendapatkan sentimen positif dari keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menunda penilaian aksesibilitas pasar Indonesia hingga November mendatang. Rupiah tercatat melemah seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.973 per dolar AS atau melemah 21 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.952 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan tekanan terhadap rupiah masih didominasi faktor eksternal, terutama meningkatnya peluang pengetatan kebijakan moneter AS. Pasar saat ini memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai sekitar 70 persen, dengan peluang kenaikan lanjutan pada akhir tahun.

“Para pedagang sekarang melihat probabilitas yang jauh lebih tinggi untuk pengetatan kebijakan Fed dalam beberapa bulan mendatang setelah pertemuan kebijakan minggu lalu dan komentar yang agresif dari para pejabat,” kata Ibrahim dikutip dari metrotvnews, Kamis (25/6/2026).

Di tengah tekanan global tersebut, pasar domestik mendapat kabar positif setelah MSCI memperpanjang proses peninjauan aksesibilitas pasar Indonesia. Keputusan tersebut memberikan waktu tambahan bagi regulator dan pelaku pasar untuk menjawab berbagai catatan yang sebelumnya disampaikan penyedia indeks global tersebut.

“Peninjauan yang diperpanjang ini menyusul kekhawatiran yang muncul awal tahun ini mengenai aksesibilitas pasar, dengan penyedia indeks membekukan perubahan pada indeks ekuitas Indonesia pada Januari karena masalah investability,” ujar Ibrahim.

Penundaan penilaian MSCI dinilai menjadi sinyal bahwa status dan daya saing pasar modal Indonesia masih dalam proses evaluasi. Hasil peninjauan tersebut akan menjadi perhatian penting bagi investor global karena berpengaruh terhadap aliran modal asing ke Indonesia.

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan penilaian MSCI, arah kebijakan suku bunga The Fed, serta dinamika ekonomi global yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dan pasar keuangan nasional.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!