SUARBERITA.COM - Komisi Grand Prix atau Grand Prix Commission telah mengonfirmasi serangkaian perubahan regulasi MotoGP yang akan diberlakukan dalam waktu dekat.
Dikutip dari motogp.com (22/6/2026), regulasi baru ini menyasar tiga aspek utama: keselamatan, tata letak grid, serta struktur persaingan antarpabrikan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga integritas teknis dan sportifitas kejuaraan balap motor kelas dunia tersebut.
Perubahan pertama adalah pelarangan penggunaan holeshot device yang mulai berlaku sejak akhir pekan ini pada Tissot Grand Prix of the Netherlands. Perangkat yang berfungsi menurunkan posisi motor saat start ini dinilai berpotensi mengubah keseimbangan teknis dan strategi balapan. Larangan ini mempercepat implementasi regulasi musim depan, serta menegaskan arah MotoGP menuju standarisasi teknis yang lebih ketat dan minim intervensi mekanis pada fase awal lomba.
Kedua, penataan grid mengalami penyesuaian mulai Grand Prix Jerman. Jarak antarpembalap dalam satu baris ditingkatkan dari tiga meter menjadi empat meter. Konsekuensinya, jarak antarbari juga berubah dari sembilan meter menjadi dua belas meter. Kebijakan ini diterapkan untuk seluruh kelas, bukan hanya MotoGP, dengan tujuan mengurangi risiko insiden beruntun saat start dan memberikan ruang manuver yang lebih aman bagi setiap pembalap.
Ketiga, mulai musim 2028 setiap pabrikan hanya diperbolehkan menurunkan maksimal enam motor di grid. Artinya, satu pabrikan hanya boleh memasok motor untuk dua tim satelit di luar tim pabrikan. Regulasi ini bertujuan menciptakan distribusi sumber daya yang lebih merata dan menekan dominasi satu pabrikan, sehingga persaingan menjadi lebih kompetitif.
Secara keseluruhan, perubahan ini mencerminkan komitmen MotoGP dalam menyeimbangkan keselamatan, keadilan, dan daya saing. Implementasi regulasi diharapkan menciptakan ekosistem balap yang lebih setara tanpa mengurangi esensi inovasi teknis.

