Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Hari Buku Nasional, Akademisi Singgung Maraknya Buku Bajakan

Abd Munib18 Mei 202611.00 WIB
Hari Buku Nasional, Akademisi Singgung Maraknya Buku Bajakan

SUARBERITA.COM - Peringatan Hari Buku Nasional, 17 Mei, menjadi momentum refleksi kondisi literasi di Indonesia. Maraknya peredaran buku bajakan justru dinilai melemahkan semangat penulis kalangan akademisi menghasilkan karya.

Akademisi UIN Madura menilai praktik pembajakan buku semakin mengkhawatirkan dalam dua tahun terakhir. Buku-buku hasil karya penulis lokal banyak diperjualbelikan secara ilegal melalui marketplace dan media sosial dengan harga jauh lebih murah dibanding buku asli.

Dosen UIN Madura, Moh. Hafid Efendy, mengatakan Hari Buku Nasional harus menjadi ajang menghargai karya intelektual. Menurutnya, pembajakan membuat penulis kehilangan hak ekonomi dan menurunkan motivasi menulis.

“Penulis membutuhkan waktu panjang untuk riset dan menyusun buku. Ketika baru terbit langsung dibajak, tentu semangat berkarya menjadi menurun,” ujarnya pada suarberita.com, Minggu (17/5/2026).

Data Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menunjukkan sekitar 75 persen penerbit menemukan bukunya dibajak dalam dua tahun terakhir. Kerugian akibat pembajakan bahkan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Penulis Buku Pedagog Masa Depan, Fathol Qorib, menilai rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi penyebab utama maraknya buku bajakan. Dia menyebut banyak pembeli tergoda harga murah tanpa memikirkan dampaknya terhadap penulis.

“Membeli buku bajakan sama saja mematikan ekosistem literasi dan merugikan penulis lokal,” kata Qorib yang juga dosen IAI Al-Khairat, Pamekasan.

Melalui momentum Hari Buku Nasional, para akademisi berharap pemerintah menertibkan peredaran buku ilegal. Oleh karena itu, semua pihak perlu mengedukasi masyarakat agar lebih menghargai karya asli demi menjaga masa depan literasi Indonesia.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!