Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Modus Mayor Laut Faisal Kirim 12 Paket Sabu Lewat Pesawat TNI AL Terbongkar di Shelter

Moh Wasil Haqqullah12 Agustus 202610.15 WIB
Modus Mayor Laut Faisal Kirim 12 Paket Sabu Lewat Pesawat TNI AL Terbongkar di Shelter

SUARBERITA.COM - Kasus dugaan peredaran sabu yang menjerat Mayor Laut Faisal Mulia terungkap setelah 12 paket narkotika yang hendak dikirim menggunakan pesawat TNI AL diamankan petugas.


Mayor Laut Faisal Mulia didakwa mengedarkan narkotika jenis sabu dengan memanfaatkan penerbangan pesawat TNI Angkatan Laut. Perkara tersebut terungkap dalam persidangan di Pengadilan Militer Tinggi I Medan dan berkaitan dengan rencana pengiriman sabu menuju Madiun, Jawa Timur.

Dalam dakwaan, Faisal disebut memperoleh sabu dari seseorang bernama “Kapak” ketika berada di Batam pada November 2025. Ia disebut memesan 8 gram narkotika dengan harga Rp7,5 juta. Setelah diterima, jumlah sabu disebut mencapai sekitar 10,2 gram.

Sabu tersebut kemudian dibagi menjadi 14 paket dengan berat total 9,83 gram. Sebanyak 12 paket dimasukkan ke dalam kotak sepatu PDL TNI AL. Paket tersebut direncanakan dikirim menggunakan pesawat CN 235 bernomor lambung P-8305.

Sebelum penerbangan, istri Faisal disebut menyerahkan kotak berisi 12 paket kepada co-pilot pesawat, Letda Laut (P) Mazaki Moza. Sekitar satu jam kemudian, Faisal menuju shelter pesawat untuk melakukan proses persiapan penerbangan.

Namun, rencana pengiriman tersebut digagalkan setelah petugas mencurigai barang yang akan dibawa. Kasi Intelud Mayor Edwar kemudian mengamankan Faisal beserta 12 paket sabu.

“Saat barang yang akan dibawa menuju pesawat tetap melewati proses pemeriksaan, awak pesawat yang bertugas mencurigai barang tersebut dan segera melaporkannya kepada komando atas,” kata Eko Hadi. Dikutip dari Kompas (12/8/2026)


Perkara Mayor Laut Faisal Mulia menunjukkan dugaan pemanfaatan fasilitas penerbangan militer untuk mengirim narkotika. Sebanyak 12 paket sabu yang direncanakan menuju Madiun berhasil diamankan sebelum pesawat berangkat. Faisal kini menjalani proses peradilan militer, sementara seluruh dakwaan, transaksi, dan keterlibatan pihak lain masih harus dibuktikan melalui persidangan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!