Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Menteri PU Bentuk Satgas Rampungkan 93 Sekolah Rakyat Akhir 2026

Abd Munib16 Mei 202609.30 WIB
Menteri PU Bentuk Satgas Rampungkan 93 Sekolah Rakyat Akhir 2026

SUARBERITA.COM - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk mempercepat pembangunan 93 Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah. Langkah itu dilakukan menyusul masih adanya sejumlah proyek yang progresnya tertinggal dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Pembentukan satgas diumumkan Dody usai meninjau Sekolah Rakyat di Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jumat (15/5/2026). Satgas tersebut akan melibatkan sejumlah direktorat jenderal di bawah Kementerian PU.

Dody menjelaskan, satgas dibentuk khusus untuk mengejar penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat yang masih tersendat. Menurut dia, saat ini masih ada sekitar 20 proyek yang membutuhkan percepatan pekerjaan.

“Satgas ini dibentuk sebenarnya khusus untuk sekolah rakyat. Satu menyelesaikan 93 ini yang belum selesai, yang masih tertinggal,” ujar Dody dikutip dari detik.com, Jumat (15/5/2026).

Selain mengejar pembangunan fisik, Kementerian PU juga diminta segera memulai proses tender proyek yang ditargetkan selesai pada Desember 2026. Pasalnya, tender akan digencarkan untuk proyek yang status lahannya telah siap dan tidak bermasalah.

“Yang sudah lahannya siap nggak ada masalah segera tender. Kita harus percepatan karena ada beberapa sekolah rakyat yang ditargetkan selesai di Desember,” katanya.

Dody juga mengaku kecewa terhadap kinerja Direktorat Jenderal Perencanaan Strategis yang dinilai menanggung terlalu banyak program prioritas pemerintah sekaligus.

“Semua program prioritas pemerintah tumplek-blek di situ. Bangun sekolah, rumah sakit, semuanya di situ,” tegasnya.

Satgas Sekolah Rakyat akan diisi lintas direktorat di lingkungan Kementerian PU. Mulai dari bidang sumber daya air, cipta karya hingga bina marga. Bahkan, pemerintah membuka peluang melibatkan Tentara Nasional Indonesia guna mempercepat penyelesaian proyek pendidikan tersebut agar target akhir 2026 tercapai.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!