SUARBERITA.COM - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi prihatin atas temuan ratusan senjata, narkotika, dan CD pornografi di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Arifah meminta pihak sekolah memastikan siswa tetap aman dan tidak terdampak secara psikologis akibat kasus tersebut.
"Kami prihatin atas temuan ini. Kami ingin sekolah dapat memastikan anak-anak tetap merasa aman belajar dan tidak terdampak, baik secara langsung maupun psikologis atas kasus yang terjadi di sekolah mereka," ujar Arifah dalam keterangan resmi tertulis, Sabtu (8/8), dikutip dari CNN Indonesia
Ia juga mengingatkan agar privasi siswa dijaga dan mereka tidak mendapat stigma akibat kasus tersebut.
"Anak tidak boleh menjadi korban dari persoalan yang bukan tanggung jawab mereka. Mari kita jaga privasi dan kondisi psikologis anak agar mereka masih bisa belajar dengan nyaman," ujarnya.
Arifah mendorong sekolah memeriksa seluruh ruangan dan fasilitas serta memperketat pengawasan. Ia juga meminta masyarakat menghormati proses penyelidikan kepolisian.
"Kami menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan dan menyerahkan pendalaman kasus ini kepada kepolisian. Kami tidak akan mendahului proses hukum. Namun, kepentingan terbaik bagi anak tetap menjadi prioritas," ujarnya
Kementerian PPPA akan berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Pendidikan, dan Dinas PPPA DKI Jakarta dalam penanganan kasus tersebut. Sekolah juga didorong menyediakan pendampingan psikososial bagi siswa, guru, dan orang tua yang membutuhkan.
Sebelumnya, pihak sekolah menemukan 995 pucuk senjata di ruangan mantan ketua yayasan pada 10 dan 11 Juli 2026.
"Pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain," ujar kuasa hukum sekolah, Hermawanto, di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8).
Pada Rabu (5/8) malam, pihak sekolah kembali menemukan senjata api, narkoba, dan CD pornografi di ruangan lain.
"Kemudian pada tadi malam, hari Rabu gitu ya, hari Rabu tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba, dan menemukan CD porno," ujarnya.

