Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Menteri Perdagangan Sebut Pemasangan Pagar Tinggi pada Sejumlah Mal Besar di Indonesia Aman

Moh Wasil Haqqullah1 Agustus 202608.40 WIB
Menteri Perdagangan Sebut Pemasangan Pagar Tinggi pada Sejumlah Mal Besar di Indonesia Aman

SUARBERITA.COM - Menanggapi fenomena pemasangan pagar tinggi di beberapa pusat perbelanjaan besar, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa situasi di sektor ritel nasional terpantau aman dan terkendali tanpa isu keamanan yang berarti.

Fenomena pemasangan pagar tinggi di sekeliling sejumlah pusat perbelanjaan besar, termasuk Mal Kota Kasablanka di Jakarta Selatan, memicu perhatian publik. Terkait hal tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memberikan tanggapan resmi di Istana, Jakarta, pada Jumat (31/7/2026). Ia mengeklaim bahwa kebijakan pengamanan itu tidak menyisakan persoalan pelik.

"Oh enggak, enggak ada masalah, enggak ada. Kita dari koordinasi dengan Inkindo, dengan Apindo, dengan APPBI enggak ada masalah kok, enggak ada isu itu," ujar Budi. Dikutip dari Kompas, Jum'at (31/7/2026).

Meski demikian, Budi mengaku tidak mengetahui secara rinci alasan teknis di balik keputusan pengelola mal mendirikan pagar pembatas setinggi sekitar 2,5 meter tersebut. Kendati demikian, ia memastikan komunikasi intensif dengan Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) menunjukkan kondisi operasional retail berjalan normal.

"Ya saya juga enggak tahu persis ya tapi kemarin koordinasi dengan kayak APPBI ya, Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia, enggak ada masalah kok enggak ada isu apa-apa. Enggak ada... Enggak ada isu terkait ya apa pun enggak ada. Aman-aman saja enggak ada masalah," imbuhnya. Fenomena ini sebelumnya juga dikaitkan dengan aspek penataan area publik serta mitigasi risiko area komersial yang berbatasan langsung dengan jalan raya.

Pemerintah memastikan fenomena pemagaran pusat perbelanjaan tidak mengindikasikan gangguan keamanan nasional. Koordinasi bersama asosiasi pengusaha menegaskan aktivitas bisnis tetap berjalan kondusif, sehingga masyarakat diimbau untuk menyikapi informasi secara objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi kekhawatiran berlebihan yang tidak berdasar.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!