Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Mentan Amran Respons Keluhan Mahasiswa soal Beras Mahal di Alor, Langsung Telepon Bulog

Chaterina R10 Agustus 202614.53 WIB
Mentan Amran Respons Keluhan Mahasiswa soal Beras Mahal di Alor, Langsung Telepon Bulog

SUARBERITA.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung merespons keluhan seorang mahasiswa asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), terkait mahalnya harga beras di daerah tersebut.

Keluhan itu disampaikan Adriano Padama, mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip), saat menghadiri kegiatan penerimaan mahasiswa baru di Semarang. Adriano menyebut keterbatasan produksi dan distribusi membuat harga beras di Alor jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

Menurut Adriano, harga beras di wilayah perkotaan Alor berada di kisaran Rp13.000-Rp15.000 per kilogram. Sementara di wilayah pedalaman, harganya dapat mencapai Rp17.000-Rp18.000 per kilogram dan melonjak hingga Rp25.000-Rp30.000 ketika distribusi terganggu akibat cuaca buruk.

Mendengar kondisi tersebut, Amran langsung menghentikan acara dan menghubungi Direktur Utama Perum Bulog melalui telepon. Ia meminta Bulog segera mengirim pasokan beras ke Alor serta memastikan ketersediaan gudang di wilayah tersebut.

“Hari ini juga dikirim beras ke Alor. Saya minta harga beras sesuai arahan Bapak Presiden, Rp12.000 per kilogram,” ujar Amran saat berbicara degan Dirut Bulog, dikutip dari KompasTv.

Amran juga meminta agar jika belum tersedia gudang Bulog di Alor, pembangunan gudang segera dilakukan. Ia menegaskan akan memantau langsung distribusi beras tersebut agar masyarakat di seluruh wilayah pulau dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Respons cepat itu diberikan setelah Adriano menyampaikan bahwa kemampuan produksi beras di Alor hanya mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan daerah. Kondisi tersbeut membuat masyarakat sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah, terutama ketika jalur distribusi terganggu.

Amran kemudian meminta mahasiswa tersebut ikut memantau kondisi di lapangan dan melaporkan kembali apabila harga maupun pasokan beras masih mengalami masalah.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!