Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Mensos Saifullah Yusuf Tawarkan Akses Sekolah Rakyat Bagi Anak Korban Pengeroyokan Maling Ayam di Bali

Moh Wasil Haqqullah29 Juli 202619.15 WIB
Mensos Saifullah Yusuf Tawarkan Akses Sekolah Rakyat Bagi Anak Korban Pengeroyokan Maling Ayam di Bali

SUARBERITA.COM - Kementerian Sosial bergerak cepat merespons dampak sosial tragedi pengeroyokan di Bali. Menteri Sosial Saifullah Yusuf secara langsung menawarkan bantuan akses pendidikan Sekolah Rakyat bagi anak dari korban insiden pengeroyokan tersebut.

Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bahwa anak dari terduga pelaku pencurian ayam yang tewas akibat dikeroyok massa di Banjar Juwuk Legi, Bali, sangat memenuhi kriteria utama untuk dapat menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Karena memang memenuhi syarat untuk bisa berkenan sekolah di Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul, dilansir dari Metro TV, Selasa, 28 Juli 2026.

Penawaran akses fasilitas pendidikan gratis tersebut disampaikan menyusul kunjungan langsung tim jajaran Kementerian Sosial ke rumah duka guna melakukan proses komunikasi awal bersama pihak keluarga korban pengeroyokan. Selain penawaran program sekolah gratis, pihak Kemensos juga secara khusus telah menyiapkan program bantuan pendampingan psikososial intensif demi memulihkan dampak trauma mental keluarga dan anak korban pengeroyokan maut.

Selain itu Gus Ipul juga mengatakan bahwa “Pada prinsipnya, kami ingin memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan keluarga tersebut,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh bentuk intervensi bantuan sosial akan senantiasa disesuaikan secara detail berdasarkan hasil dari asesmen komprehensif tim di lapangan setelah masa duka keluarga berangsur tenang. Insiden pengeroyokan maut itu sendiri terjadi pada Jumat, 24 Juli 2026 dini hari, di mana korban diamuk massa serta sepeda motornya dibakar warga usai diduga terpergok mencuri ayam milik warga. Hingga kini, pihak Kepolisian Resor Tabanan telah resmi menetapkan lima orang tersangka, yaitu MJ, WS, KB, ML, dan ND. Petugas kepolisian juga berhasil mengungkap fakta hukum bahwa sepeda motor milik korban yang dibakar massa merupakan kendaraan hasil kejahatan pencurian pada tahun 2018 lalu.

Tawaran akses pendidikan Sekolah Rakyat serta bantuan pendampingan psikososial merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam mengedepankan hak perlindungan anak. Pendekatan kemanusiaan yang terukur dari Kemensos ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan masa depan anak serta membantu proses pemulihan kondisi psikologis keluarga korban pasca-tragedi pengeroyokan di Tabanan, Bali, secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!