SUARBERITA.COM - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Menteri Luar Negeri Sugiono akan mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Sugiono akan bertindak sebagai ketua delegasi Indonesia.
“Menteri Luar Negeri Sugiono akan menghadiri rangkaian pertemuan tingkat tinggi pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York pekan depan,” ujar Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (17/9), dikutip dari Antara
Presiden Prabowo tidak hadir langsung dalam agenda tersebut karena akan memusatkan perhatian pada urusan dalam negeri. Hal itu disampaikan Yvonne berdasarkan arahan Presiden kepada Menlu untuk menghadiri rangkaian sidang PBB.
“Arahan presiden agar Menlu RI hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB bulan depan, karena presiden akan fokus pada urusan domestik,” ujar Yvonne.
Selama berada di New York, Sugiono dijadwalkan mengikuti sedikitnya 22 agenda. Kegiatan tersebut mencakup Sesi Debat Umum, pertemuan wajib, sejumlah pertemuan tingkat tinggi, hingga pertemuan bilateral. Ia juga akan menghadiri pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan forum multilateral MIKTA.
Dalam forum tahun ini, Indonesia akan membawa pesan mengenai pentingnya memperkuat ketahanan nasional dan kawasan sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan global. Indonesia juga akan kembali menyuarakan perdamaian dunia, termasuk kemerdekaan Palestina, serta memperkuat peran sebagai jembatan antarnegara dan menyuarakan kepentingan negara berkembang.
“Partisipasi Indonesia dalam rangkaian pertemuan tersebut juga akan membawa pesan-pesan mengenai penguatan multilateralisme dan inklusivitas,” ujar.
Di sela agenda Sidang Majelis Umum PBB, Indonesia juga akan mengintensifkan kampanye pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029-2030. Salah satu upayanya dilakukan melalui resepsi diplomatik yang digelar bersamaan dengan rangkaian sidang.
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB telah dibuka di New York pada 8 September 2026. Sesi tersebut dipimpin Presiden Majelis Umum PBB yang baru, Menteri Luar Negeri Bangladesh Khalilur Rahman, menggantikan Annalena Baerbock.
Tahun ini, Sidang Majelis Umum PBB mengangkat tema "Memulihkan kepercayaan, mengelola transformasi: PBB yang memberikan hasil bagi semua". Sementara itu, Sesi Debat Umum dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan dilanjutkan pada 28 September.

