SAMPANG - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli
Hasan memastikan pangan nasional tetap aman, meskipun saat ini sedang terjadi
perang di Timur Tengah antara Israel beserta Amerika dan Iran.
"Ini terjadi, karena pemerintah telah melakukan
berbagai upaya dan persiapan jauh sebelum ketegangan antara Iran, Isreal dan
Amerika ini terjadi," katanya dalam keterangan pers yang disampaikan
kepada pada acara kunjungan peninjauan produksi garam di PT Garam, Sampang,
Minggu (8/3/2026).
Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintah telah
mengantisipasi potensi konflik global sejak awal dengan memperkuat kebijakan
swasembada pangan. Ia menyebut kebijakan tersebut merupakan arahan langsung
Presiden agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam
negeri.
“Alhamdulillah dalam satu tahun ini produksi beras kita
meningkat dan sudah mencapai surplus sekitar 4,2 juta ton. Jadi pangan aman,
tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Ia juga menegaskan tentang komitmen pemerintah untuk
meningkatkan produksi garam nasional agar Indonesia tidak lagi bergantung pada
impor.
Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa peningkatan produksi
garam merupakan instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto agar
Indonesia mampu memenuhi kebutuhan garam secara mandiri tanpa impor.
Menurutnya, pemerintah mendorong penguatan produksi garam
nasional dari berbagai daerah penghasil, termasuk Madura hingga wilayah timur
Indonesia seperti Rote Ndao Regency di East Nusa Tenggara.
Selain beras dan garam, pemerintah juga menargetkan
peningkatan produksi jagung, ikan, telur, dan daging ayam untuk memenuhi
kebutuhan gizi masyarakat. Salah satu program yang disiapkan adalah pembangunan
seribu kampung nelayan di berbagai daerah, termasuk di Madura seperti Kabupaten
Sampang, Sumenep, dan Pamekasan.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan
nelayan dengan menyediakan fasilitas pendukung seperti pabrik es dan sarana
penyimpanan hasil tangkapan agar nelayan memiliki daya tawar yang lebih baik
saat menjual ikan.

