Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Menkeu Paparkan Ketahanan Ekonomi Indonesia di Nankai University: Pertumbuhan 5,61% di Tengah Ketidakpastian Global

Dwipa S23 Juni 202611.00 WIB
Menkeu Paparkan Ketahanan Ekonomi Indonesia di Nankai University: Pertumbuhan 5,61% di Tengah Ketidakpastian Global - Foto 1
1/3

SUARBERITA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kuliah umum di Nankai University, Tianjin, Tiongkok, dengan memaparkan kinerja makroekonomi Indonesia yang dinilai tetap resilien di tengah volatilitas global.

Dikutip dari suara.com (21/6/2026), Dalam forum akademik bersama Rektor Chen Yulu dan sivitas akademika, Purbaya menyoroti pertumbuhan Produk Domestik Bruto Kuartal I 2026 sebesar 5,61% yoy. Angka tersebut berada di atas rata-rata negara G20 maupun ASEAN, sekaligus menunjukkan daya tahan struktur ekonomi domestik.

Stabilitas harga turut menjadi penopang. Inflasi Mei 2026 tercatat 3,08% yoy, mengindikasikan koordinasi kebijakan fiskal-moneter yang kredibel. Purbaya menegaskan defisit APBN dijaga di bawah 3% terhadap PDB, sehingga ruang fiskal memadai untuk meredam guncangan eksternal tanpa mengorbankan stabilitas domestik. Pendekatan kebijakan tersebut memperkuat kepercayaan pasar terhadap keberlanjutan fiskal Indonesia.

Dari sisi sektor riil dan eksternal, indikator menunjukkan tren positif. PMI Manufaktur berada pada level ekspansif 50,0, likuiditas perekonomian tumbuh 14,8% yoy, dan kredit perbankan naik 11,5% yoy. Neraca perdagangan mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut dengan cadangan devisa US$144,9 miliar, setara 5,6 bulan impor. Ketahanan energi Indonesia juga dipaparkan melalui skor 77%, sedikit di atas Tiongkok 76%.

Dampak makro mulai terasa pada indikator sosial. Lapangan kerja baru mencapai 1,9 juta, tingkat pengangguran terbuka turun ke 4,68%, dan kemiskinan menurun dari 8,57% menjadi 8,25%. Purbaya menekankan arah pembangunan 2026 berfokus pada delapan klaster prioritas, termasuk ketahanan pangan, energi, kesehatan, serta hilirisasi industri, sebagai strategi memperkuat fondasi pertumbuhan inklusif jangka panjang.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!