Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Meningkatnya Kasus Campak di Indonesia di awal Tahun 2026

Maindarto Sukowati10 Maret 202614.25 WIB
Meningkatnya Kasus Campak di Indonesia di awal Tahun 2026
JAKARTA -- Kasus campak di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah pemerintah mencatat adanya korban jiwa di awal tahun 2026. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui, pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan kebiasaan menyentuh bayi maupun anak-anak, khususnya saat berkumpul bersama keluarga, perlu dihindari karena dapat meningkatkan potensi penularan penyakit campak.“Kebiasaan menyentuh bayi maupun balita saat kita kumpul-kumpul, terutama saat Lebaran, sebaiknya memang dikurangi atau bahkan dihindari karena risiko penularan tinggi,” kata Andi dalam konferensi pers Update Kasus Campak di Indonesia yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, dikutip pada Ahad (8/3/2026).

Merujuk data Kemenkes, hingga pekan ke-8 tahun 2026, tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan enam kematian. Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Dokter umum RS Sari Asih Cipondoh dr Putri Mutiara Sari mengatakan gejala campak sering kali menyamar sebagai flu biasa di tahap awal diikuti panas tinggi dan biasanya baru muncul tujuh hingga 14 hari setelah anak terpapar virus. Setelah flu menyerang anak, kemudian diikuti kombinasi gejala lainnya seperti demam drastis yang bisa melonjak tajam hingga menyentuh angka 40 derajat Celsius. Lalu gejala pernapasan dan mata dengan kondisi batuk kering, hidung tersumbat serta mata yang memerah dan berair.

Gejala lainnya adalah bintik koplik sebagai tanda khas di area dalam mulut yakni pipi bagian dalam. Jika ada bintik putih keabu-abuan dengan dasar merah maka itu sebagai tanda kuat campak yang muncul 1-2 hari sebelum ruam luar terlihat.

"Sedangkan untuk ruam merah yang menyebar biasanya muncul pertama kali di area wajah dan belakang telinga, lalu turun menyebar ke seluruh tubuh hingga kaki dalam waktu sekitar satu minggu," kata dr. Putri Mutiara Sari di Tangerang.

Jika demam tinggi tak kunjung reda dalam tiga hari maka segera membawa anak ke dokter. "Tanpa penanganan medis yang tepat, campak dapat berkembang menjadi infeksi telinga, paru-paru basah hingga ensefalitis radang otak," ujarnya.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!