Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Teknologi

Mengenal Teknologi Rudal dan Drone Iran: Dari Medan Tempur hingga Kehidupan Sehari-hari

Maindarto Sukowati20 Maret 202609.38 WIB
Mengenal Teknologi Rudal dan Drone Iran: Dari Medan Tempur hingga Kehidupan Sehari-hari - Foto 1
1/3

Jakarta - Berita perang antara Amerika dan Israel melawan Iran, sejak Pebruari 2026 sampai Maret ini, telah mengabarkan adanya perebutan keunggulan teknologi tempur masing masing, Mereka saling serang menggunakan kecanggihan senjata teknologi dirgantara, yang berupa: Roket berhulu ledak, atau pun drone, dan pesawat tempur.

Ternyata perkembangan teknologi dirgantara telah mampu mengubah cara manusia, bukan hanya dalam situasi damai, semisal untuk komunikasi, berinteraksi, dan bekerja sehari hari, tetapi juga dalam kancah peperangan. Bahkan pemanfaatan teknologi dirgantara, terkesan cenderung mendominasi di berbagai bidang kehidupan umat manusia, termasuk bagi keperluaan militer penjaga pertahanan dan kedaulatan Negara dari serbuan musuh.


Perang Masa kini: Darat, Laut, dan Udara


Beberapa dekade yang lalu, perang identik dengan pertempuran di medan perang, Tentara langsung bertemu dengan tentara petempur. Saat ini pertempuran lebih banyak ditentukan di udara bahkan di antariksa. Suatu negara bisa memantau wilayah musuh yang berjarak ribuan kilometer melalui satelit pemantau. Satelit ini memindai pergerakan pasukan, memprediksi strategi, bahkan menyerang dengan presisi tinggi.

 

Pesawat tempur bergerak sangat cepat, didampingi drone terbang tanpa pilot, dan roket kendali dan atau balistik berhulu ledak jarak dekat, bahkan lintas benua presisi tinggi. Tidak hanya dari darat ke darat, tetapi juga bisa bergerak cepat dari darat ke udara, dari udara ke udara, bahkan ke lautan yang jauh sekalipun. Faktor kecepatan ini bisa dimanfaatkan untuk: menyerang, bertahan, maupun mengevakuasi pasukan. Mereka juga bisa meminimalisir korban tentara.

 

Semua ini merupakan keunggulan teknologi dirgantara di masa peperangan, baik di darat, laut, maupun di udara. Satu diantara keunggulannya terletak pada penyediaan informasi dan tindak lanjut yang: cepat, tepat, dan akurat. Keunggulan inilah yang bisa menentukan: keluar sebagai pemenang perang.

 

Di sisi lain, teknologi dirgantara juga memiliki efek pengertak musuh (deterrence). Negara yang memiliki kekuatan pasukan bersenjata teknologi dirgantara, baik di udara dan atau di antariksa yang kuat, cenderung lebih disegani oleh Negara lain, sehingga dapat mencegah konflik sebelum terjadi, atau pun menggertak musuh sebelum perang benar benar terjadi.

 

PERANG ASIMETRI SEBUAH STRATEGI PERLAWANAN  

Tentu pertempuran antara Amerika dan Israel melawan Iran tersebut terkesan tidak seimbang jika dibandingkan dari sisi persenjataan yang berbasis teknologi dirgantara. Amerika memiliki fasilitas teknologinya jauh lebih lengkap dari pada Iran. Namun demikian, terasa Iran telah menyiapkan segalanya, bahwa suatu saat akan terjadi peperangan, dan mungkin akan berlangsung lebih lama dan melelahkan bagi yang sedang berperang.


Untuk itu peperangan asimetri, perang yang tidak sebanding akan dimanfaatkan oleh Iran. Hal ini terlihat dari senjata teknologi dirgantara Iran yang digunakan ketika perang. Senjata dirgantara ini masih relatif berharga murah, dan tidak terlalu canggih. Bisa dikatakan bahwa strategi ini memerlukan: cara cerdas, murah, dan tidak terduga; untuk tetap bisa memberi tekanan atau bahkan keluar sebagai pemenang.


Adapun senjata dirgantara Iran dalam peperangan kali ini, menggunakan kombinasi Roket Kendali (Rodal) berhulu ledak, dan Drone sebagai strategi utama.


Rodal Iran
Iran mempunyai banyak jenis rodal balistik dan roket jarak pendek–menengah, antara lain:

> Rodal Sejjil

Jarak jangkau jelajah ±2.000 km, bisa menjangkau Israe.

> Rodal Emad missile

Versi lebih akurat dari Rodal Shahab, digunakan untuk serangan presisi. Jarak jangkau jelajah ±1.700 km Bisa menjangkau hampir seluruh wilayah Timur Tengah.

> Rodal Khorramshahr 
Daya hancur besar, jarak jelajah hingga 2.000 km.


Sedangkan jenis Drone milik Iran, antara lain:

> Drone Bunuh diri Shahed-136.
Drone ini untuk sekali pakai, dengan cara menabrak target untuk meledak bersama. Sulit dideteksi radar, biaya murah, dan efektif dalam pertempuran. 

> Drone Tempur Mohajer-6
Drone ini bisa membawa bom/rodal kecil + pengintaian.

Teknologi dirgantara biasanya mulai ramai terdengar dan dibicarakan ketika berita perang bergejolak, tapi sebenarnya teknologi tersebut sudah sangat akrab pemanfaatannya dalam kehidupan nyata sehari hari. Untuk mengenal teknologi dirgantara tidak harus menunggu adanya pertempuran antar negara. Peran teknologi dirgantara sangat besar, dan dapat ditemui di Aplikasi ponsel. Selanjutnya akan terus berkembang, baik dalam keadaan perang maupun damai.


Penulis: Atik Bintoro

Periset di Pusat Riset Teknologi Penerbangan – BRIN – Bogor

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!