Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Kuliner

Mengenal Sup Senerek khas Magelang, Kuliner Lokal dengan Akulturasi Budaya Kolonial Belanda

Muhammad Nadhif Firdausi12 Mei 202610.21 WIB
Mengenal Sup Senerek khas Magelang, Kuliner Lokal dengan Akulturasi Budaya Kolonial Belanda

SUARBERITA.COM – Magelang memiliki wisata kuliner yang memanjakan lidah. Salah satu makanan khas Magelang yang paling terkenal yaitu sup senerek. Makanan ini sangat spesial karena hanya bisa dinikmati saat berkunjung ke Magelang. Jarang sekali penjual sup senerek di luar wilayah Magelang.

Sup senerek berasal dari akulturasi budaya kolonial Belanda dan budaya lokal Magelang. Nama senerek juga berasal dari bahasa Belanda yaitu snert yang berarti sup kacang. Dahulu, warga kolonial Belanda membuat sup menggunakan kacang polong. Akan tetapi, warga Magelang memodifikasi pembuatan sup menggunakan kacang merah.

Dilansir dari VIVA Wisata, sup senerek merupakan olahan sup berkuah kaldu sapi dengan rebusan kacang merah yang disajikan bersama daging sapi,  wortel, bayam, dan kentang. Terdapat potongan daun bawang dan taburan bawang goreng yang menambah cita rasa. Sup senerek memiliki cita rasa perpaduan antara gurih dan manis yang menggugah selera.

Sup senerek cocok dimakan dengan nasi hangat dan ditambah sambal bagi pecinta pedas. Biasanya, banyak penjual sup senerek yang menambahkan tulang dan jeroan sapi sebagai pelengkap serta gorengan seperti tempe, tahu, dan perkedel. Sup senerek sampai sekarang masih eksis menjadi keunikan kuliner dari Magelang.

Bagi kalian yang berwisata ke Magelang wajib untuk mencoba sup senerek. Mengingat sup senerek hanya dijual di Magelang dan wilayah sekitarnya, makanan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Beberapa rekomendasi penjual sup senerek di Magelang yaitu Pak Parto, Bu Atmo, dan Mbak Ratmi.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!