Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Mendiktisaintek Dalami Dugaan Riset Palsu WNI di Konferensi Ilmiah Bergengsi Denmark

Abd Munib29 Mei 202610.56 WIB
Mendiktisaintek Dalami Dugaan Riset Palsu WNI di Konferensi Ilmiah Bergengsi Denmark

SUARBERITA.COM - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, angkat bicara terkait mencuatnya dugaan pemalsuan riset. Pemalsuan itu melibatkan sejumlah warga negara Indonesia dalam forum ilmiah International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark.

Kasus ini mencuat karena melibatkan fabrikasi data penelitian dan pemalsuan identitas saat presentasi di hadapan ribuan ilmuwan dunia. Brian menegaskan pemerintah melalui Kemendiktisaintek melakukan pendalaman kasus tersebut. Tujuannya untuk memastikan fakta termasuk pihak-pihak yang terlibat dan hubungan afiliasi yang digunakan.

“Kemdiktisaintek memberikan perhatian terhadap informasi yang berkembang terkait dugaan pelanggaran integritas akademik dan etika penelitian yang melibatkan pihak yang menggunakan afiliasi institusi di Indonesia,” terang Brian dikutip daei Antara, Rabu (27/5/2026).

“Kami terus melakukan koordinasi dan pendalaman bersama pihak terkait untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya, termasuk status yang bersangkutan, bentuk afiliasi yang digunakan, serta keterkaitannya dengan institusi pendidikan tinggi atau lembaga riset di Indonesia,” lanjutnya.

Meski pelaku tidak terindikasi sebagai dosen, Brian menilai persoalan tersebut tetap berdampak terhadap citra dan kredibilitas riset Indonesia di kancah internasional.

Sorotan terhadap kasus ini bermula dari unggahan peneliti Indonesia, Ida Bagus Mandhara Brasika, melalui akun Threads pribadinya. Pihaknya mengungkap adanya dugaan pemalsuan terorganisir dalam konferensi ISPPD 2026 yang berlangsung pada 17–21 Mei lalu di Denmark.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!