Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

Memperingati Hari Buruh Internasional, Ini Sejarahnya

Muhammad Nadhif Firdausi2 Mei 202609.15 WIB
Memperingati Hari Buruh Internasional, Ini Sejarahnya

SUARBERITA.COM – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day menjadi momen penting bagi para pekerja di seluruh dunia untuk menyuarakan berbagai tuntutan. Namun, peringatan May Day di Indonesia sempat dilarang oleh pemerintah orde baru karena dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional. Sejak reformasi, peringatan May Day dapat dilaksanakan kembali setiap tanggal 1 Mei. Lantas, bagaimana sejarah May Day menjadi peringatan internasional di berbagai negara?

Dilansir dari laman resmi Perpustakaan Universitas Brawijaya, Hari Buruh Internasional atau May Day berawal di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Kelompok pekerja khususnya para buruh mulai memperjuangkan hak-hak mereka di tempat kerja seperti waktu kerja yang lebih pendek, kompensasi atau gaji yang lebih baik, dan kondisi kerja yang lebih aman.

Pada tanggal 1 Mei 1886, terjadi aksi unjuk rasa yang melibatkan ribuan pekerja di Chicago, Amerika Serikat. Para pekerja meminta hak-hak mereka di tempat kerja. Namun, aksi tersebut berakhir dengan kekerasan dan kematian beberapa orang. Terdapat empat orang aktivis buruh dipenjara dan dihukum mati atas tuduhan melakukan tindakan terorisme.

Kejadian ini akhirnya memicu gerakan buruh internasional untuk memperingati perjuangan para pekerja dan memperjuangkan hak-hak mereka di tempat kerja. Pada tahun 1889, Kongres Buruh Internasional yang diselenggarakan di Prancis memutuskan untuk menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional atau May Day. Itulah sekilas tentang peringatan internasional untuk menghormati perjuangan dan jasa para pekerja khususnya buruh dalam mencapai hak-hak mereka di tempat kerja.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!