SUARBERITA.COM - Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyoroti makna politik di balik lahirnya Sumpah Pemuda pada 1928. Menurutnya, peristiwa bersejarah tersebut menjadi bukti keberanian generasi muda mengambil keputusan besar bagi masa depan bangsa.
Pernyataan itu disampaikan Megawati melalui pidato video dalam acara Merah Muda Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu, 25 Oktober 2026.
“Sumpah Pemuda adalah keputusan politik yang sangat berani. Tahun 1928, Indonesia masih terjajah,” ujar Megawati, sebagaimana dikutip dari laman resmi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Megawati menjelaskan bahwa para pemuda saat itu menyadari pentingnya persatuan untuk memperjuangkan kemerdekaan. Perbedaan latar belakang dan daerah tidak menghalangi mereka menyepakati satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari perjalanan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bagi Megawati, semangat persatuan yang dibangun pada 1928 masih relevan untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa saat ini.
Ia juga menekankan bahwa generasi muda perlu memiliki keberanian berpikir kritis, mengambil tindakan, dan bertanggung jawab terhadap masa depan Indonesia.
Di tengah perkembangan zaman, Megawati mendorong anak muda menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama yang mampu memberikan solusi bagi persoalan masyarakat.
Namun, kemajuan teknologi menurutnya harus berjalan bersama penguatan karakter dan jati diri kebangsaan.
Melalui pesan tersebut, Megawati menempatkan Sumpah Pemuda sebagai pengingat bahwa persatuan lahir dari keputusan dan tindakan bersama. Semangat itulah yang diharapkan terus diterapkan generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

