SUARBERITA.COM – Pelantikan pejabat setelah reshuffle kabinet di Istana Negara menarik perhatian publik dengan keberadaan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia. Keberadaan Jumhur disoroti karena dirinya merupakan mantan narapidana atau napi. Namun, Rocky Gerung selaku akademisi dan pengamat politik membela Jumhur sebagai bagian dari kabinet.
Dilansir dari tvOne, Rocky mengatakan, “Iya, saya datang sebagai wakil masyarakat sipil diundang untuk menyaksikan sekaligus menjadi penanda bahwa kabinet itu juga jadi efektif kalau ada tokoh-tokoh mantan napi. Jumhur Hidayat itu mantan narapidana, tetapi dia seorang intelektual. Dia belajar tentang perburuhan, ekonomi, dan lingkungan dari ITB. Jadi, dia saya kenal, maka saya dampingi. Itu alasan saya ada di sini.”
Lebih lanjut, Rocky menjelaskan bahwa keberadaan Jumhur dalam Kabinet Merah Putih dapat memperkuat efektivitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Rocky menilai Jumhur memiliki peran strategis karena berpengalaman dengan isu lingkungan. Menurut Rocky, isu lingkungan menjadi faktor penting dalam kontestasi politik ke depan khususnya pada tahun 2029.

