SUARBERITA.COM - Konsumsi hidangan laut mentah seperti sushi dan sashimi belakangan ini mendapat perhatian lebih menyusul beredarnya video dugaan kontaminasi parasit di salah satu restoran luar negeri. Di tengah kekhawatiran tersebut, penggunaan kondimen tradisional berupa wasabi dan jahe dinilai memiliki peran penting dari sisi kesehatan medis.
Ahli kesehatan, Karina, menjelaskan bahwa konsumsi ikan mentah pada dasarnya membawa risiko paparan berbagai jenis parasit berbahaya bagi tubuh manusia. Menurut Karina, "Ikan mentah berisiko mengandung berbagai jenis parasit, seperti cacing pita (Diphyllobothrium spp), nematoda, trematoda, hingga protozoa." Ujar Karina, dikutip dari Republika, Jum’at (19/6/2026). Infeksi akibat organisme-organisme tersebut berpotensi memicu gangguan saluran pencernaan akut, dengan gejala yang dapat muncul dalam rentang waktu satu hingga dua jam, bahkan hingga 14 hari pascakonsumsi.
Guna meminimalkan risiko tersebut, keberadaan wasabi dan jahe (gari) saat menyantap sushi bukan sekadar pelengkap cita rasa atau hiasan piring. Wasabi diketahui kaya akan kandungan senyawa aktif yang memiliki sifat antiinflamasi serta antimikroba yang kuat. Karakteristik ini berfungsi efektif dalam membantu menetralkan bakteri merugikan serta potensi parasit tersembunyi yang terbawa oleh daging ikan mentah. Bersama dengan jahe, kombinasi kedua bahan alami ini bertindak sebagai pelindung tambahan bagi sistem pencernaan konsumen.
Meskipun metode pencegahan terbaik adalah memastikan ikan diolah melalui standardisasi pembekuan atau pemanasan yang tepat, konsumsi wasabi dan jahe memberikan perlindungan alami yang signifikan. Integrasi bumbu tradisional ini terbukti secara klinis esensial dalam menjaga keamanan pangan saat menikmati hidangan laut mentah.

