Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM Mundur Usai Dugaan Penerima Uang Pasca Audiensi dengan Wapres Gibran

Chaterina R23 Juni 202615.30 WIB
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM Mundur Usai Dugaan Penerima Uang Pasca Audiensi dengan Wapres Gibran

SUARBERITA.COM - Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) menyerukan tuntutan tegas kepada sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk mengundurkan diri dari jabatan mereka. Desakan ini muncul setelah mencuatnya dugaan penerimaan uang oleh pengurus BEM usai menghadiri audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam laporan suaracom, (23/06/2026), disebutkan bahwa tuntutan mahasiswa berawal dari unggahan pernyataan sikap yang beredar di media sosial dan forum internal kampus. Isu ini kemudian berkembang setelah beredar video dan klaim di media sosial yang menyebut adanya aliran dana kepada sejumlah mahasiswa usai pertemuan dengan Wapres. Situasi ini akhirnya memicu kegaduhan di lingkungan kampus dan mendorong munculnya forum klarifikasi internal.

Dalam pernyataan sikap beredar, mahasiswa UBK meminta agar pengurus BEM yang diduga terlibat segera mengundurkan diri dari seluruh jabatan organisasi kampus. Selain itu, mereka juga diminta membuat pernyataan tertulis dan video klarifikasi terkait dugaan tersebut. Mahasiswa juga menuntut adanya transparansi penuh terkait nama-nama yang diduga terlibat, serta meminta universitas membentuk tim investigasi independen untuk mengusut kasus ini lebih lanjut.

Hal ini ramai setelah perwakilan mahasiswa UBK diketahui mengikuti pertemuan dengan Wapres Gibran di Istana Wakil Presiden. Setelah pertemuan tersebut, muncul dugaan adanya pemberian uang kepada peserta aksi, yang kemudian viral di media sosial. Sebagian pengurus mengakui adanya penerimaan dana dengan nominal tertentu. Namun, informasi tersebut masih menjadi perdebatan dan belum dapat dipastikan kebenaran secara menyeluruh.

Hingga saat ini, polemik di lingkungan UBK masih terus berkembang. Belum ada keputusan resmi dari pihak kampus maupun otoritas hukum terkait dugaan suap tersebut. Isu ini juga masih berada dalam tahap klarifikasi internal dan sorotan publik.

Meski demikian, tekanan dari mahasiswa untuk menuntaskan kasus ini secara transparan terus menguat, terutama terkait kredibilitas organisasi BEM di lingkungan kampus.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!