SUARBERITA.COM - Tiga mahasiswa Mikrobiologi Institut Teknologi Bandung menghadirkan inovasi yang menyentuh persoalan lingkungan dan ketimpangan energi nasional. Mereka mengubah limbah batubara menjadi material baterai ramah lingkungan untuk mendukung akses listrik bersih masyarakat.
Tim “SULE” beranggotakan Malika Fatima Lawe, Rufaida Khairina, dan I Dewa Ayu Andina Angelia. Mereka meraih juara pertama nasional kategori Industry Case Analysis Competition (I-CAC) pada ajang I-CHALLENGE 2026 di Universitas Brawijaya.
Dari sekitar 300 tim peserta, hanya 10 finalis tampil pada tahap akhir kompetisi. Inovasi mereka memanfaatkan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) milik PT PLN Nusantara Power UP Paiton menjadi material baterai lithium-ion.
Limbah yang selama ini dipandang mencemari lingkungan itu diolah menjadi anoda silikon-karbon dan separator keramik alpha-alumina berkapasitas tinggi. Bagi tim SULE, inovasi tersebut bukan sekadar proyek teknologi.
Pihaknya ingin menjawab persoalan limbah industri sekaligus kesenjangan akses energi bersih masyarakat Indonesia. “Kami ingin teknologi ini memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama wilayah 3T,” jelas Malika dikutio dari website resmi ITB, Selasa (19/5/2026).
Hal itu berdampak pada pendidikan, layanan kesehatan hingga aktivitas ekonomi warga. Melalui teknologi baterai berbasis limbah ini, tim berharap penyimpanan energi terbarukan menjadi lebih murah dan mudah dijangkau masyarakat.
Mereka menggunakan metode ekstraksi silika dan alumina dari limbah FABA melalui proses sirkular terintegrasi. Hasilnya, anoda baterai mampu menghasilkan kapasitas hingga 1450,3 mAh/g. Separator keramiknya juga bertahan pada suhu 200 derajat Celsius. Ketahanan itu dinilai lebih aman dibanding separator plastik biasa.
Tim menyebut teknologi ini dapat membantu Indonesia menurunkan emisi karbon tahunan hingga 52,46 persen. “Harapan kami, inovasi ini tidak berhenti sebagai karya lomba semata,” kata Rufaida.
Mereka berharap pengembangan industri bersama Indonesia Battery Corporation dapat membuka jalan energi bersih yang lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

