SUARBERITA.COM – Mahasiswa yang
tergabung dalam sejumlah organisasi menggelar aksi unjuk rasa. Pagelaran aksi
tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Aksi itu dilakukan dengan
menggeruduk Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
(Kemdiktisaintek), Senin (4/5/2026). Aksi tersebut diikuti oleh aliansi organisasi mahasiswa berdasarkan hasil press con, Gedung Paspampres, Jakarta Utara, (05/05/2026).
Di antaranya HMI, IMM, GMNI,
PMII, LMND, dan FMN. Massa mulai berdatangan sejak pukul 15.00 WIB dan
berkumpul di depan gerbang kementerian dengan membawa spanduk serta poster
berisi tuntutan.
“Yang kami perjuangkan adalah
kepentingan orang tua kami yang telah membiayai pendidikan kami. Namun, negara
justru menghambat akses kami terhadap kesejahteraan tersebut,” papar salah satu
orator aksi.
Dalam aksi tersebut, Badan
Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menyampaikan lima tuntutan
utama, yaitu:
1. Mendesak pencabutan anggaran
MBG dari sektor pendidikan serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program
tersebut.
2. Menuntut peningkatan
kesejahteraan bagi guru, guru honorer, dosen, dosen honorer, serta seluruh
tenaga pendidik.
3. Mendorong pemerataan kualitas
pendidikan nasional melalui perbaikan infrastruktur, distribusi tenaga
pengajar, serta akses dan fasilitas pendidikan yang terjangkau di seluruh
Indonesia.
4. Menuntut terciptanya
lingkungan pendidikan yang aman dari kekerasan serta bebas dari bias gender
dalam kurikulum dan penanganan kasus.
5. Menolak komersialisasi dan
neoliberalisasi pendidikan yang dinilai membebani masyarakat serta mereduksi
fungsi pendidikan menjadi sekadar pencetak tenaga kerja.

