Menurut Macron, situasi geopolitik saat ini menuntut adanya kemandirian yang lebih besar dari negara-negara lain. Ia menekankan bahwa dunia seharusnya tidak hanya bergantung pada satu kekuatan besar, melainkan perlu membangun sistem yang lebih seimbang dan beragam. Dengan begitu, stabilitas global dapat lebih terjaga.
Dilansir dari Kompas.com "Selama beberapa dekade, kita memiliki apa yang disebut stabilitas berdasarkan tatanan internasional ini dan beberapa kepastian yang kita miliki, sekarang situasinya naik turun". Lebih lanjut dia menegaskan " Saya rasa tujuan kita bukanlah menjadi boneka dari dua kekuatan hegemonik antara Amerika Serikat dan China" , Sabtu (4/4/2026).
Ketegangan antara Prancis dan Amerika Serikat sendiri dipicu oleh perbedaan pandangan terkait sejumlah isu penting. Hal ini semakin memperkuat pandangan Macron bahwa Eropa dan negara-negara lain perlu memperkuat posisi mereka secara mandiri, baik dalam hal pertahanan, ekonomi, maupun teknologi.
Macron juga mendorong kerja sama antarnegara di luar pengaruh AS agar tercipta tatanan dunia yang lebih multipolar. Ia percaya bahwa dengan memperkuat kolaborasi global yang lebih luas, negara-negara dapat mengurangi ketergantungan dan meningkatkan ketahanan terhadap tekanan dari kekuatan besar.
Seruan ini menjadi bagian dari upaya Macron untuk memperkuat peran Eropa di panggung dunia, sekaligus mendorong perubahan dalam dinamika hubungan internasional yang selama ini cenderung berpusat pada Amerika Serikat.
(Moh. Wasil Haqqullah)

