Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Listrik Padam dan Infrastruktur Rusak, IAEA Pastikan PLTN Sendai Tak Terdampak

Ulfa Safira1 Agustus 202615.00 WIB
Listrik Padam dan Infrastruktur Rusak, IAEA Pastikan PLTN Sendai Tak Terdampak

SUARBERITA.COM - Gempa magnitudo 6,8 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, menyebabkan kerusakan pada berbagai infrastruktur dan layanan publik. Hingga kini, ribuan warga masih mengungsi, sementara proses pemulihan terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak.

Puluhan ribu warga dilaporkan mengalami pemadaman listrik dan gangguan pasokan air bersih. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat masih dihadapkan pada gempa susulan yang membuat aktivitas belum sepenuhnya kembali normal.

Badan Meteorologi Jepang mencatat lebih dari 60 gempa susulan berkekuatan magnitudo 1 hingga 4 setelah gempa utama terjadi. Kondisi itu membuat warga tetap waspada, sementara pemerintah terus melakukan pemeriksaan dan pemulihan infrastruktur secara bertahap.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum dan bangunan bersejarah. Kastil Kumamoto mengalami keruntuhan pada sebagian dinding luar, sedangkan Kuil Yatsushiro dilaporkan roboh. Rekaman yang ditayangkan NHK menunjukkan jalan dan jembatan retak, beberapa bangunan terbakar, serta layanan kereta api dihentikan sementara demi alasan keselamatan.

Selain itu, sebanyak 45 fasilitas kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan.

Di tengah upaya pemulihan, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) memastikan gempa tidak berdampak pada operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Sendai yang berada sekitar 100 kilometer dari pusat gempa.

Dalam pernyataannya di platform X, IAEA menyebut gempa "tidak menyebabkan kerusakan atau masalah keselamatan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Sendai, yang terletak sekitar 100 km dari episentrum. Pembangkit itu tetap beroperasi." dikutip dari BBC.

IAEA juga menyatakan, "IAEA akan terus memantau situasi ini."

Jepang merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia dengan sekitar 1.500 gempa setiap tahun. Sementara itu, Prefektur Kumamoto berada di kawasan patahan tektonik aktif sehingga memiliki tingkat kerawanan gempa yang tinggi.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!